Ciao (Welcome), Super Mario!

Kabar mengejutkan datang dari ranah Italia, striker penuh kontroversi milik AC Milan resmi berlabuh di peraduan terbarunya, Anfield. Super Mario, begitu ia dijuluki, setuju untuk kembali ke tanah Britania setelah menandatangani kontrak berdurasi 5 tahun bersama Liverpool dengan nilai transfer mencapai 16 juta poundsterling.

Kepindahan Balotelli sontak membuat kaget para pencinta kulit bundar karena sepanjang musim panas ini orang nomor 2 di Milan, Adriano Galliani, selalu menampik kabar kepindahan sang penyerang. Galliani selalu menyatakan bahwa masa depan Balotelli ada di San Siro, dimana ia diharapkan bisa memimpin Milan untuk kembali bangkit dari keterpurukan di musim lalu. Lantas, mengapa ia dilepas? Dan dengan harga yang relatif murah?

Petualangan Super Mario

Mario Barwuah Balotelli memulai karir profesionalnya bersama Lumezzane di tahun 2006, lalu di tahun berikutnya ia direkrut oleh musuh bebuyutan Milan, Internazionale. Tiga musim mengenakan seragam biru-hitam, Balotelli tak hanya sukses mencuri perhatian dunia dengan talentanya, namun ia juga berhasil membuat dirinya terkenal sebagai pemain bengal dan banyak ulah. Kepergian Roberto Mancini ke Manchester biru menjadi salah satu alasan Balotelli pergi menyusul sang manajer yang melambungkan namanya.

Walaupun sudah kembali berada dibawah bimbingan Mancini, karir Super Mario di Manchester City tak pernah mulus. Performa Balo naik-turun layaknya harga saham di pasar. Perkelahiannya dengan sang manajer di sesi latihan membuat Balo ditransfer ke tim favoritnya sejak kecil, AC Milan, pada musim dingin 2013.

Bersama Setan Merah, Balo seperti kembali menemukan sentuhan magisnya. Dua belas gol ia lesakkan di 13 pertandingan guna membantu Milan finish di peringkat 3 di akhir musim. Namun sayang, di musim selanjutnya Balo tak mampu tampil konsisten. Di satu pertandingan ia mampu memainkan peran one-man team dan membawa pulang tiga poin, namun di pertandingan lainnya ia tampil sangat buruk sehingga Milan harus menderita. Di musim keduanya di San Siro, Balo hanya sanggup mencetak 16 gol dari 38 laga dan tak sanggup membawa Milan untuk berlaga di kompetisi Eropa di musim berikutnya.

Balotelli memang pemain hebat dan berbakat, namun sikap kekanak-kanakannya di dalam lapangan, ditambah kelakuan nyeleneh di luar lapangan membuat Milan terpaksa melepas pemain berdarah Ghana ini. Banyak orang menilai Balo layak dihargai lebih tinggi dari nilai transfernya ke Liverpool dan menganggap Milan sebagai pihak yang merugi. Namun, Galliani pasti punya perhitungan lain dengan rela melepas Balo beberapa juta pounds di bawah harga belinya dari Manchester City; walaupun keputusan melepas sang bintang mendapat banyak cibiran dari Milanisti.

Perjudian Milan dan Liverpool

Milan telah berjudi ketika mengakuisisi Balotelli dari Manchester City, dan sekarang mereka kembali berjudi dengan melepas Balo ke Liverpool. Entah apa yang dipikirkan oleh Galliani dengan melepas striker tersubur Milan dalam 2 musim terkahir ini dengan harga murah. Persoalan Milan yang sedang dalam masa transisi sudah cukup banyak – mereka dinahkodai oleh pelatih anyar yang pastinya butuh waktu untuk beradaptasi dan level keuangan yang buruk sehingga hanya dapat mendatangkan pemain-pemain gratis/pinjaman dan pemain berbanderol murah.

Sekarang keadaan menjadi lebih pelik karena mencari striker pengganti yang sepadan dengan Super Mario tidaklah mudah, kecuali jika sang presiden, Silvio Berlusconi, rela merogoh koceknya lebih dalam. Bursa transfer akan ditutup dalam beberapa hari kedepan, dan bila Milan tak mampu mendapatkan pengganti sepadan, maka jangan kaget jika diakhir musim nanti mereka akan kembali finish di papan tengah.

Sementara itu, berita kepindahan Super Mario ke Anfield disambut antusias oleh para pencinta Liga Inggris. Mereka menanti aksi-aksi tak terduga dan kocak ala Balotelli, yang dulu sempat meramaikan akhir-akhir pekan mereka. Bagi Liverpudlian sendiri, kedatangan Balotelli membawa asa baru setelah hengkangnya striker kesayangan mereka, Luis Suarez, ke Katalan.

Bergabungnya Balotelli ke Melwood diharapkan mampu membantu Liverpool yang akan mengarungi 4 kompetisi berbeda di musim ini, termasuk (tampil kembali) di Liga Champions setelah 4 tahun absen. Talenta Balo akan coba dieksploitasi oleh Liverpool, sebagaimana mereka mampu mengeksploitasi kemampuan Suarez sejak didatangkan dari Ajax Amsterdam.

Masa depan Balotelli

Mampukah Super Mario mengikuti jejak El Pistolero? Semua kembali pada Balotelli sendiri. Umurnya sudah tak muda lagi untuk ukuran talenta muda, ia sudah berusia 24 tahun. Sudah saatnya Balo menunjukkan kedewasaannya sebagai pesepakbola profesional. Jika Balotelli mau bekerja keras memperbaiki diri di dalam dan di luar lapangan, ada kemungkinan ia dapat menyamai prestasi Luis Suarez. Dan bukan tak mungkin ia mampu menggantikan peran Suarez sebagai mesin gol utama The Anfield Gank.

Faktor pendukung seperti pelatih, rekan satu tim, dan dukungan dari para fans juga akan mempengaruhi kesuksesan Balotelli di Liverpool. Brendan Rodgers punya tugas ekstra, karena mengurus pemain bengal seperti Balotelli tidaklah mudah, coba saja tanyakan pada Roberto Mancini, Jose Mourinho, atau Max Allegri, bagaimana susahnya menjinakkan Mario.

Suarez mungkin juga suka berulah, tapi ulah Balotelli lebih merepotkan, ditambah dia masih sulit untuk mengontrol emosinya. Enam belas kartu kuning dan 1 kartu merah di musim lalu adalah bukti nyata labilnya emosi Mario. Disinilah peran Rodgers sebagai pelatih akan sangat menentukan. Sang pelatih harus mampu membimbing Balo untuk dapat menyalurkan tenaga dan emosinya yang berlebih ke penampilan positif di atas lapangan.

Mino Raiola, agen Balotelli, sudah mengingatkan sang pemain jika inilah kesempatan terakhir Mario untuk dapat tetap bermain di level atas. Bila masih berulah, maka Balotelli bisa saja melanjutkan karir sepakbola yang dicintainya bersama tim medioker.

Sudah siapkah dengan tantangan baru, Super Mario?

About Aditya Putrawan 16 Articles
A die hard football fan who always prefer enjoying the beauty of football at the weekend instead of anything else. If you wanna talk about football for hours, then luckily you just found your man.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*