Derby Pembelah Turki

Jika ada yang bilang sepakbola hanyalah sebuah olahraga, dan tidak lebih, maka orang itu bisa dipastikan bukan berasal dari Turki. Disini sepakbola sudah menjadi darah daging masyarakat setempat. Sepakbola diklaim menjadi olahraga nomor 1 di Turki, terlihat dari kehidupan sehari-hari mereka, mulai dari memakai jersey, gelang, hingga membuat tato bertuliskan nama tim kesayangan, terlihat jelas bahwa orang-orang Turki mulai dari anak kecil hingga orang dewasa sangat menggemari olahraga ini.

Meski belum pernah merengkuh trofi Piala Dunia, tim nasional mereka dikenal sebagai kuda hitam spesialis kejuaraan akbar. Ajang Piala Dunia 2002 dan Euro 2008 menjadi bukti sahih kecemerlangan Turki, dimana mereka berhasil menembus semifinal di kedua kejuaraan akbar tersebut, bahkan menduduki peringkat ke 3 dunia di 2002. Kegemilangan ini tak lepas dari dukungan suporter setia mereka yang terkenal fanatik dan memiliki jiwa nasionalisme yang sangat tinggi. Ketika tim nasional melakoni sebuah laga, kandang maupun tandang, dapat dipastikan stadion akan penuh sesak oleh para suporter Ay-Yildizlilar (julukan untuk tim Turki) yang berasal dari penjuru negeri. Fans tim-tim lokal akan membaur menjadi satu untuk mendukung tim nasional dan dalam 90 menit akan bersama-sama menyemangati tim nasional dengan yel-yel mereka tanpa kenal diam.

Sepakbola dapat menyatukan Turki, namun, sepakbola jugalah yang dapat memecah-belah negara yang terkenal dengan Hagia Sophia-nya ini. Pertemuan antara 2 raksasa domestik, Fenerbahce dan musuh bebuyutannya Galatasaray, selalu bisa membelah Turki menjadi 2. Laga spesial yang selalu dinanti setiap tahunnya oleh para pecinta bola di Turki, pada khususnya, dan pecinta bola di seluruh dunia, pada umumnya, ini memang layak menyandang status sebagai one of the biggest derby in the world. Alasannya sederhana, karena persaingan dan permusuhan dua tim asal Istanbul ini sudah mengakar selama lebih dari satu abad lamanya sejak mereka berdiri. Dari rekor pertemuan kedua tim, Fenerbahce sedikit lebih unggul dengan mengantongi 142 kemenangan berbanding 120 kemenangan milik Galatasaray, dimana 113 partai lainnya berakhir imbang.

Lalu bagaimana dengan fanatisme fans kedua tim? Para fans kedua tim tentu saling membenci satu sama lain, dan tak jarang kekerasan dijadikan sebagai alat untuk menunjukkan loyalitas mereka terhadap tim pujaan. Fans garis keras Fenerbahce (Genc Fenerbahceliler) dan fans garis keras Galatasaray (UltrAslan) sering terlibat bentrok meskipun di hari tersebut tak ada partai yang dimainkan. Aneh bukan? Oleh sebab itu, dalam beberapa tahun terakhir suporter tamu dilarang berkunjung ke markas lawan untuk memberikan dukungan ketika derby berlangsung untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Laga antara dua tim paling sukses di sejarah Liga Turki ini (Fener dan Galata masing-masing mengoleksi 18 dan 19 gelar liga) juga memiliki nama lain yaitu Intercontinental Derby dikarenakan kedua tim bermarkas di benua yang berbeda! Fenerbahce bermarkas di belahan Asia (Kadikoy) sedangkan Galatasaray bermarkas di Eropa (Seyrantepe). Kedua tim memiliki stadion dengan kapasitas yang cukup besar, Fenerbahce dengan Sukru Saracoglu-nya memiliki kapasitas sebanyak 50.509 kursi dan Galatasaray dengan stadion baru mereka, Turk Telekom Arena, yang berkapasitas sebanyak 52.652 kursi. Jangan pernah mencoba untuk datang berkunjung ke salah satu stadion dengan memakai jersey tim lawan jika anda masih ingin menghirup udara segar!

Survey menunjukkan bahwa 7 dari 10 orang turki adalah fans dari salah satu tim. Hal ini cukup untuk dijadikan bukti betapa pentingnya arti Fenerbahce dan Galatasaray di Turki. Derby ke 366 mereka akan dihelat akhir pekan ini dimana Fenerbahce akan bertindak sebagai tuan rumah. Sukru Saracoglu dipastikan akan memberikan teror bagi pasukan arahan Roberto Mancini, yang dalam 10 tahun terakhir tidak dapat membawa pulang 3 angka dari Kadikoy.

Hari minggu nanti semua mata di Turki akan tertuju pada Raul Meireles cs. dan Drogba cs. Dalam waktu 90 menit seluruh aktifitas akan terhenti dan Turki akan terpecah menjadi dua kubu. Akankah Fenerbahce melanjutkan tren positif mereka di liga dan memantapkan posisi sebagai capolista? Ataukah Galatasaray yang akan memutar-balikkan semua prediksi dengan membawa pulang 3 poin? Jawabannya akan terungkap ketika wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan. Iyi Seyirciler!

Ditulis oleh Aditya Putrawan – @aditputrawan

About Aditya Putrawan 16 Articles
A die hard football fan who always prefer enjoying the beauty of football at the weekend instead of anything else. If you wanna talk about football for hours, then luckily you just found your man.

1 Comment

  1. Sebagai fan Fenerbahçe saya bilang ; derby ini Galatasaray dikalahkan oleh Fenerbahçe 2-0 seperti sejak tahun 1999 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*