Menuju Lisbon

“Selamat datang di semifinal Liga Champions 2013-2014!”

Kurang lebih seperti itulah kata-kata pertama yang terlontar dari asosiasi sepakbola tertinggi Eropa atau yang lebih akrab disapa UEFA kepada 4 tim terbaik di benua biru saat ini: Real Madrid, Chelsea, Bayern Munchen, dan Atletico Madrid. Setelah sukses menyingkirkan para lawan di babak sebelumnya, kini para jagoan Eropa ini akan saling berhadapan demi meraih 2 tiket yang nilainya bisa dipakai untuk membawa pulang lebih dari 50 unit Lamborghini Huracan yang baru akan dijual di pasar global pada 2015. Tiket yang dimaksud tentunya tiket final Liga Champions yang pada tahun ini akan dihelat di Estadio do Sport Lisboa e Benfica, Lisbon, Portugal.

Kompetisi terakbar antar-klub Eropa ini selalu erat kaitannya dengan uang. Mulai dari harga tiket pertandingan, bayaran sponsor, hak siar, hingga penjualan merchandise, semuanya akan naik dan berujung pada profit bagi tim-tim yang berlaga disini. Tak heran jika tim-tim Eropa tidak hanya mengejar gelar dan gengsi, tapi juga mengejar jutaan euro yang selalu digelontorkan UEFA setiap tahunnya. Sebagai contoh, sang juara bertahan Bayern Munchen sukses meraup keuntungan hingga €55 juta pada musim lalu. Dan keempat semifinalis yang akan berlaga di semifinal nantinya diperkirakan sudah meraih lebih dari €20 juta hanya dari prize money! Belum lagi pemasukan dari hak siar dan tiket pertandingan yang akan menggemukkan jumlah saldo mereka di bank.

Bicara tentang uang, kita akan diusik oleh sedikit masalah yang akan dihadapi oleh si anak bawang Atletico Madrid yang akan menghadapi jawara Liga Champions edisi 2012, Chelsea, yang sejak dibeli oleh Roman Abramovich telah menjadi pelanggan tetap di kompetisi ini. Kiper andalan Atletico, Thibaut Courtois, yang dipinjam dari Chelsea, terancam tak dapat dimainkan setelah Chelsea meminta tebusan sebesar £5 juta jika Atletico ingin memainkan Courtois di 2 laga semifinal. Presiden Atletico, Enrique Cerezo menilai harga tersebut terlalu mahal dan Atletico tidak akan sanggup membayar. Namun untungnya UEFA meminta Cerezo untuk tidak khawatir karena mereka akan membantu menyelesaikan masalah ini.

Laga pertama antara dua tim yang kurang diunggulkan untuk memenangi Liga Champions ini akan dihelat pada 22 April dimana Atletico akan bertindak sebagai tuan rumah. Dukungan publik Vicente Calderon pastinya akan dimanfaatkan sebaik mungkin oleh sang entrenador Diego Simeone guna memaksimalkan semangat spartan khas anak asuhnya. Modal mengalahkan favorit juara Barcelona di perempat-final akan dijadikan momentum untuk terus menorehkan hasil positif demi merengkuh trofi The Big Ear perdana sepanjang sejarah klub.

Chelsea sendiri bisa dikatakan sedikit beruntung karena terhindar dari Bayern dan Madrid di semifinal, namun jangan pikir mereka akan menganggap remeh Atletico. The Special One tahu betul apa yang harus dilakukan Chelsea untuk dapat menembus final Liga Champions ketiga mereka semenjak didirikan. Bermain hati-hati dan sabar sambil sesekali memanfaatkan serangan balik akan sangat mungkin diterapkan The Blues di laga perdana. Atletico harus mampu meraih hasil positif di kandang karena leg kedua yang akan dimainkan di London pada 30 April akan sangat terjal. PSG adalah korban terbaru betapa kejamnya Stamford Bridge bagi para tamu.

Kembalinya Diego Costa dan Arda Turan tentu sangat diharapkan oleh Simeone mengingat 2 pemain ini adalah motor serangan Los Colchoneros. Sedangkan di pihak lawan Eden Hazard sangat diharapkan dapat pulih dari cedera betis yang dideritanya di babak perempat-final dan dapat  berlaga di partai krusial ini.

(Prediksi : Atletico 51-49 Chelsea –> Atletico dengan Courtois

Atletico 48-52 Chelsea –> Atletico tanpa Courtois)

Beralih ke laga kedua, banyak orang beranggapan bahwa inilah partai final yang sesungguhnya. 14 trofi Liga Champions, 9 bagi El Real dan 5 bagi Die Roten menjadi bukti yang kuat untuk mendukung opini tersebut. Final kepagian? Mungkin, tapi jawaban afirmatif akan mengerdilkan kapasitas Atletico Madrid dan Chelsea yang dengan susah payah berhasil sampai di babak ini. Laga yang akan mempertemukan 2 tim langganan juara ini diprediksi akan berlangsung seru dengan permainan atraktif, terbuka dan saling serang. Laga ini juga akan menjadi panggung duel antara Ronaldo-Bale melawan Robben-Ribery. 4 pemain yang paling ditunggu aksinya di laga ini.

Di kubu Madrid, bayangan akan La Decima semakin dekat. Sudah 12 tahun mereka malang melintang di Liga Champions dan menghabiskan tak kurang dari  €1 milyar untuk dana transfer tanpa sekalipun mengangkat trofi Liga Champions dalam 12 tahun penantian tersebut. Gelar kesepuluh yang sudah sangat dirindukan oleh publik ibukota mungkin dapat dipersembahan Carlo Ancelotti di musim ini. Skuad yang komplit dan dalam, paduan pemain tua-berpengalaman dan muda-bertalenta, serta kualitas individu kelas dunia pada diri Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale membuat Madrid sangat layak untuk dijadikan favorit.

Namun lawan yang akan dihadapi adalah (arguably) tim terbaik di Eropa, bahkan mungkin di dunia saat ini, walaupun banyak haters yang beranggapan Bayern dibawah Guardiola adalah tim yang membosankan. Dengan sususan tim yang kurang lebih sama dengan musim lalu, bahkan ditambah tenaga baru seperti Thiago dan Mario Gotze, memungkinkan Munchen untuk dapat tampil apik dan kompak hampir di setiap laga. Banyaknya jumlah pemain yang memiliki skill diatas rata-rata ditambah sentuhan magis Guardiola juga menjadi faktor penting dari kesuksesan tiki-taka ofensif ala Munchen. Strategi yang sampai sekarang sangat sulit dipatahkan bahkan dengan menggunakan taktik “parkir bus”.

Leg pertama yang akan dimainkan di Santiago Bernabeu pada 23 April akan sangat menentukan. Madrid kemungkinan tak akan diperkuat top skor sementara Liga Champions musim ini, CR 7, yang harus menepi akibat cedera hamstring. Tanpa Ronaldo, Madrid bukanlah Madrid, hal ini terbukti pada laga kontra Borussia Dortmund dimana Madrid dibuat tak berkutik dan dipaksa menelan kekalahan 2-0. Hal ini tentu akan dimanfaatkan oleh Pep Guardiola untuk meraih bekal positif guna dibawa ke Allianz Arena pada leg kedua yang akan dimainkan 6 hari setelahnya. Satu titik lemah Munchen yang mungkin bisa dieksploitasi oleh anak-anak Madrid ada di lini belakang. Pemain-pemain super cepat milik Madrid seperti Ronaldo, Bale, dan Di Maria siap mengobrak-abrik pertahanan Munchen jika dua wing-back mereka lengah karena terlalu asik menyerang.

(Prediksi : Madrid 49-51 Munchen –> Madrid dengan Ronaldo di leg pertama

Madrid 45-55 Munchen –> Madrid tanpa Ronaldo di leg pertama)

Ada fakta menarik di Liga Champions dimana sejak tahun 2008 tim yang sukses mengalahkan Barcelona di fase gugur akan selalu keluar menjadi juara. Man.United di 2008, Internazionale di 2010, Chelsea di 2012, lalu Munchen pada tahun lalu. Sekarang muncul spekulasi menarik, akankan Atletico Madrid keluar sebagai kampiun setelah sukses menundukkan Barcelona? Bisa saja, namun secara pribadi saya melihat mereka masih terlalu “hijau” untuk menjadi juara. Fakta menarik kedua adalah belum pernah ada tim yang sukses mempertahankan gelar juara semenjak ajang ini berganti nama pada tahun 1992. So, akankah Bayern Munchen mematahkan tradisi tersebut? Berikut adalah persentase peluang juara keempat tim:

  1. Bayern Munchen        30%
  2. Real Madrid                25%
  3. Chelsea FC                  23%
  4. Atletico Madrid           22%

Semua prediksi tentunya subjektif, jadi football lovers bisa setuju bisa tidak dengan prediksi saya. Akhir kata, Salam Liga Champions!

About Aditya Putrawan 16 Articles
A die hard football fan who always prefer enjoying the beauty of football at the weekend instead of anything else. If you wanna talk about football for hours, then luckily you just found your man.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*