Utak-atik Peluang 16 Negara

Spektakuler! Mungkin itu kata yang paling tepat untuk menggambarkan babak penyisihan grup di Piala Dunia kali ini. Dimulai dengan kemenangan kontroversial tuan rumah di partai pembuka, disusul dengan hancurnya hegemoni sang juara bertahan Spanyol, hingga dahsyatnya perjuangan Kosta Rika yang sukses melenggang dari grup neraka sebagai jawara. Gugurnya beberapa unggulan benua biru membuat babak 16 besar kali ini akan dihiasi oleh partai-partai menarik yang menampilkan para outsiders. Bagaimana peluang 16 tim pemenang di babak penyisihan grup? Mari kita bahas satu persatu.

  1. Brasil (Juara Grup A) v Chili (Runner-up Grup B)

Tuan rumah memang sudah diprediksi bakal lolos sebagai juara grup, namun hanya segelintir orang yang memprediksi Chili sanggup lolos dari salah satu grup maut di Piala Dunia ini. Kesuksesan mengalahkan Spanyol di laga kedua menjadi kunci kelolosan La Roja (julukan Chili). Dengan pemain yang rata-rata berpostur pendek, Chili sanggup memainkan sepakbola cepat dan dinamis, namun rentan  ketika dihadapi pada situasi bola-bola mati dan crossing dari pemain sayap lawan. Hal inilah yang akan coba dieksploitasi Brasil, mengingat mereka memiliki pemain-pemain yang tinggi dan jago dalam duel-duel di udara, sebut saja Fred dan David Luiz.

Arturo Vidal cs. memang akan merepotkan Brasil, namun jika melihat rekor pertemuan kedua kubu, ditambah faktor dukungan suporter tuan rumah, saya rasa Brasil yang akan lolos ke babak selanjutnya.

  1. Kolombia (Juara Grup C) v Uruguay (Runner-up Grup D)

Lagi-lagi laga antara sesama tim Amerika Latin. Uruguay boleh saja memenangi Copa America edisi terakhir, namun saya yakin semua penggemar netral akan mengangguk setuju bahwa Kolombia memainkan sepakbola yang lebih baik dari Uruguay sekarang. Walau harus tampil tanpa Falcao, Kolombia tampil istimewa di penyisihan grup dengan menyapu bersih 3 laga. Total 9 gol yang mereka lesakkan di 3 pertandingan awal menjadi bukti sahih betapa mengerikannya tim asuhan Jose Pekerman ini.

Uruguay sendiri tampil mengecewakan di laga pembuka setelah secara mengejutkan dicukur Kosta Rika 3 gol berbalas 1. Namun 2 gol Suarez ke gawang Joe Hart dan gol semata wayang Il Capitano Diego Godin ke gawang Gigi Buffon sanggup membawa mereka lolos. Sayangnya sang pahlawan di laga melawan Inggris harus absen setelah diskors oleh FIFA akibat menggigit Giorgio Chiellini di laga pamungkas.

Karena itu, saya melihat peluang Kolombia lebih besar, apalagi jika melihat grafik permainan mereka yang menanjak. Namun jika pertandingan harus berlanjut ke babak extra time atau bahkan adu penalti, peluang Uruguay akan berbalik menjadi lebih besar karena mereka memiliki pemain-pemain dengan stamina luar biasa, dan tentunya faktor Fernando Muslera dibawah mistar.

  1. Belanda (Juara Grup B) v Meksiko (Runner-up Grup A)

Belanda pantas disebut sebagai tim terbaik sejauh ini. 3 kemenangan, termasuk melawan sang favorit juara Spanyol, dan 10 gol yang mereka ciptakan (tertinggi di turnamen) bukanlah sebuah kebetulan. Kejeniusan Louis Van Gaal dalam meramu strategi yang pas sesuai dengan komposisi pemain yang ada patut diacungi jempol. Trio Sneijder-Robben-Persie dibiarkan leluasa menyerang tanpa perlu turun jauh kebawah membantu pertahanan. Ini membuat ketiganya dapat fokus untuk membangun serangan, ataupun melancarkan serangan balik cepat.

Meksiko sendiri sejauh ini cukup sukses memainkan sepakbola indah. Permainan satu-dua, serangan balik cepat, dan tembakan-tembakan kejutan menjadi ciri khas permainan El Tri. Hasil seri melawan Brasil ditambah 2 kemenangan membuat Meksiko tak bisa dipandang sebelah mata oleh Belanda. Laga ini akan berlansung ketat, dan Meksiko bisa saja memberi kejutan dengan memulangkan Belanda lebih cepat. Tapi jika trio maut Belanda berada pada performa terbaik mereka dan dibiarkan leluasa, Memo Ochoa harus bersiap-siap memungut bola dari gawangnya.

  1. Kosta Rika (Juara Grup D) v Yunani (Runner-up Grup C)

Duel antara 2 tim kejutan. Wakil Amerika Tengah yang satu ini sukses membalikkan semua prediksi tak hanya dengan sekedar lolos, namun lolos secara berkelas sebagai juara grup dengan modal 2 kemenangan dan 1 hasil seri. Pertahanan kolektif, pressing ketat sepanjang laga, serangan balik cepat, dan kepiawaian memanfaatkan situasi set-piece adalah senjata andalan Kosta Rika. Jika tim sekelas Italia dan Inggris saja gagal menembus pertahanan mereka, sulit rasanya melihat Yunani, yang notabene juga menampilkan sepakbola defensif, untuk sanggup menggedor jala Keylor Navas.

Negeri para dewa sendiri masih akan mengandalkan Giorgios Samaras sebagai motor serangan. Terlihat jelas ketergantungan Yunani pada performa pemain Glasgow Celtic yang sukses mencetak gol krusial di laga terakhir grup demi meloloskan sang juara Piala Eropa 10 tahun silam ini. Kedua tim belum pernah bertemu sebelumnya, dan laga ini akan menunjukkan pertahanan siapa yang lebih baik. Sulit untuk memprediksi, namun melihat lambatnya pemain-pemain belakang Yunani, kecerdikan Bryan Ruiz dan kecepatan Joel Campbell akan menjadi faktor penentu.

  1. Perancis (Juara Grup E) v Nigeria(Runner-up Grup F)

Jika laga antara Kosta Rika melawan Yunani tidak diprediksi sebelumnya, laga antara Les Blues kontra Super Eagles sudah dinanti sejak jauh hari. Kemenangan kontroversial atas Bosnia di laga kedua membantu memuluskan langkah Nigeria ke babak 16 besar. Sebagai salah satu wakil Afrika yang tersisa, bersama Aljazair, mereka pasti akan bertarung habis-habisan di laga ini.

Tim Ayam Jantan sendiri tampil meyakinkan di babak penyisihan grup dengan 2 kemenangan dan 1 hasil imbang. Deschamps sepertinya tahu betul potensi skuad yang dibawanya. Kombinasi apik talenta muda semacam Varane dan Pogba ditambah senior berpengalaman seperti Benzema dan Valbuena saya rasa cukup dijadikan modal untuk mengubur mimpi Nigeria menyamai prestasi Ghana 4 tahun lalu.

  1. Jerman (Juara Grup G) v Aljazair (Runner-up Grup H)

Orang awam pasti beropini bahwa laga ini akan berjalan timpang, namun lihatlah performa Aljazair di 3 laga awal. Setelah secara kurang beruntung ditaklukkan Belgia di laga pembuka, mereka mampu bangkit dengan menggilas Korea Selatan lalu menahan imbang Rusia. Mereka mungkin tidak memainkan sepakbola indah, namun semangat spartan dan permainan kolektif justru membuat mereka sulit ditaklukkan.

Lawan yang akan dihadapi adalah salah satu favorit juara turnamen, Jerman. Tim Panser seperti memiliki DNA Piala Dunia, selain telah 3 kali menjadi kampiun, mereka juga selalu sukses menembus babak semifinal di 3 perhelatan Piala Dunia terakhir. Inikah saat yang tepat bagi Phillip Lahm dkk untuk kembali menjadi juara? Sulit mengingat belum ada negara Eropa yang sukses menjadi juara di Amerika Latin. Namun jika mampu mempertahankan performa seperti di babak penyisihan grup, Jerman akan mampu tampil setidaknya hingga babak semifinal, dan Afrika harus rela kehilangan wakil terakhir mereka di Brasil.

  1. Argentina (Juara Grup F) v Swiss (Runner-up Grup E)

Lionel Messi v Xherdan Shaqiri. Mungkin itu tajuk laga yang tepat untuk menggambarkan laga antara kedua tim. Tanpa 4 gol sang Messiah, Argentina tak akan mampu lolos dari grup, dan tanpa hat-trick brilian Shaqiri di laga pamungkas, Swiss sudah harus angkat kaki lebih dini. Argentina memang favorit juara, namun mereka bisa lolos sebagai juara grup karena kegemilangan Messi, bukan karena permainan mereka yang ciamik. Alejandro Sabella sepertnya masih terus mencari-cari strategi yang pas buat tim Tango.

Hal ini dapat dimanfaatkan oleh Swiss untuk membuat kejutan. Jika mereka mampu membatasi ruang gerak Messi, maka peluang meraka untuk mengalahkan Argentina akan sama dengan peluang Argentina untuk mengalahkan mereka. Dari rekor 6 kali pertemuan, Swiss belum pernah mampu untuk menjinakkan Argentina, dan untuk memperbaiki rekor tersebut, butuh kerja keras luar biasa diatas lapangan mengingat Argentina akan didukung oleh ribuan suporter setianya. Prediksi? Argentina memang diatas angin, dan sepertinya Leo Messi akan kembali menjadi penentu di laga ini.

  1. Belgia (Juara Grup H) v Amerika Serikat ( Runner-up Grup G)

Laga seru akan tersaji di pertandingan terakhir babak 16 besar. 2 tim kuda hitam ini menampilkan sepakbola yang enak ditonton, walaupun yang satu bermain lebih menyerang dan yang satu bermain lebih bertahan. Semenjak dilatih Jurgen Klinsmann, Amerika Serikat berubah menjadi kekuatan baru. Laga melawan Jerman menjadi bukti bahwa Amerika Serikat sudah jauh berkembang, walaupun mereka harus kalah tipis. Skema 4-5-1 dengan menampatkan Clint Dempsey yang sejatinya bukan striker murni justru membantu mereka untuk dapat bergerak lebih mobile, dikarenakan sang kapten yang rajin turun menjemput bola. Ditunjang kreatifitas Michael Bradley dan kecepatan kedua pemain sayap, tim Paman Sam menjadi salah satu momok menakutkan dalam hal serangan balik.

Belgia dengan generasi emasnya bisa dibilang merupakan kuda hitam terdepan di turnamen kali ini. Skuad komplit dengan kualitas individu yang mumpuni membuat mereka mampu lolos sebagai juara grup H dengan nilai sempurna. Namun hal yang mengkhawatirkan adalah total 4 gol (bersama Kosta Rika, paling sedikit diantara juara grup) yang mereka lesakkan tercipta diatas menit ke 70. Ini membuktikan bahwa Belgia selalu lambat panas, dan ini akan sangat berbahaya ketika menghadapi Amerika Serikat yang memiliki pertahanan cukup solid. Prediksi saya, siapa yang bisa mencetak gol duluan, dialah yang akan lolos ke babak perempat final.

Prediksi diatas kertas telah dibuat, dan sekarang saatnya menunggu hasil nyata diatas lapangan. Salam Piala Dunia!

About Aditya Putrawan 16 Articles
A die hard football fan who always prefer enjoying the beauty of football at the weekend instead of anything else. If you wanna talk about football for hours, then luckily you just found your man.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*