Krut.. Bangkrut.. Sepakbola Bikin Kukut

Hijrahnya posisi sepakbola di mata dunia yang tak hanya sebagai media untuk membugarkan jasmani, menyalurkan hobi, atau mengisi malam minggu yang sepi, tetapi juga sebagai roda kapitalisme, terus menggilas korban. Entah karena dipaksakan untuk terlalu rajin berputar atau apa, esensi sepakbola yang suci itu seakan remuk dari dalam dengan sendirinya. Misalnya saja kejadian yang baru hadir sejemang di sekitar kita, yaitu berita terpuruknya kondisi ekonomi Persita Tangerang yang diekspos oleh sang mantan pelatih, Fabiano Oliveira, melalui akun Twitter pribadinya. Miris, iya, tapi tenang, kita tak sendirian kok.

Dampak rusaknya perekonomian di Eropa nampaknya juga sukses menuntun beberapa tim ke tumpukan hutang dan jurang kebangkrutan. Yang paling fatal, sejauh ini, (selain Glasgow Rangers) sepertinya adalah AEK Athens. Padahal tim ini adalah ‘kontributor’langganan Champions League atau Europa League. Jangan pula remehkan kekuatan The Double-Headed Eagle di tanah Para Dewa, AEK Athens adalah pendobrak utama pasangan penguasa ranjang liga, Olympiakos dan Panathinaikos, yang sedang asyik bercinta di atasnya.

Namun sayang, hutang yang mencapai 170 juta Euro (219 juta Dollar) membuat neraca finansial AEK Athens membumi; lisensinya sebagai tim top Yunani pun dicabut. Delapan puluh sembilan tahun yang indah bagi AEK Athens terbang bebas di langit teratas Superleague Greece dan Eropa akhirnya berakhir juga. Mereka pun akhirnya harus merasakan suramnya sangkar Football League alias divisi kelas tiga di Yunani pada musim 2012-2013 sembari menyandang cap klub amatir. Meskipun mampu menjuarai kompetisi kelas bawah tersebut dengan mudah setelah menuai 23 kemenangan, 3 hasil imbang dan sebiji kekalahan sahaja, perjuangan AEK Athens tidak berhenti sampai di sini karena mereka harus bertarung lagi di Football League 2 untuk musim 2014-15 sebelum sampai kembali ke habitat asal mereka.

Datangnya pemilik baru yang juga si raja minyak, Dimitris Melissanidis (dan suntikan dananya, pastinya), diharapkan mampu membuat neraca tim yang bermarkas di Olympic Stadium ini seimbang kembali. Asa juga dilayangkan pada mantan pendamping Walter Samuel saat berbaju AS Roma, yang kini didapuk menjadi pelatih kepala AEK Athens, Traianos Dellas. Tangan dingin yang masih kaku milik pemegang 53 caps untuk tim nasional Yunani itu diharapkan mampu menggandeng Nikolaos Georgeas dan kawan-kawan keluar dari kasta di mana mereka tak semestinya berada itu.

Setelah salut a la Nazi yang yang menggemparkan jagat maya dan mengancam reputasi AEK Athens dilakukan oleh Giorgos Katidis tahun lalu dan juga ulah Francesco Totti yang menjatuhkan plakat yang dibawa jauh-jauh ke Olimpico oleh staf The Yellow Blacks di pertandingan persahabatan untuk menghormati Sang Pangeran Roma di pra musim kemarin, semoga AEK Athens tetap tegar untuk mengepakkan sayapnya di langit Eropa kembali.

AEK is more than a football club, it is an idea – and that is why we have to succeed,” kata Dimitris Melissanidis bermegah sembari menyulut semangat pasukan seperjuangannya.

Take wings, Dikefalos Aetos!

[author image=”https://pbs.twimg.com/profile_images/425874091170471936/Ita-7wPD.jpeg”]Ulwan Fakhri N. (@ulwanfakhri)[/author]

About bolarena 12 Articles
Kirimkan tulisanmu ke admin[at]bolarena[dot]com!

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*