Bola Adalah Teman!

Saya rasa hampir semua anak generasi 90-an langsung mengerti apa yang akan saya bahas, begitu membaca judul tulisan ini. Yep! It’s a very famous quote from the Captain Tsubasa, indeed. Tsubasa dengan partnernya, Taro Misaki, teman – teman masa kecilnya, seperti Ishizaki dan Wakabayashi, rival sejatinya, Hyuga, Matsuyama, Misugi, dan beberapa karakter yang dikenalkan belakangan, seperti Shingo Aoi menghiasi memori masa kecil generasi ini.

Captain Tsubasa berasal dari imanjinasi seorang Takahashi Yoichi yang kemudian bertransformasi menjadi sebuah fenomena di dunia. Beberapa pemain yang sekarang bermain di level dunia pun mengaku sempat terinspirasi oleh Tsubasa, dkk. Sebut saja nama – nama seperti Hidetoshi Nakata, Shinji Okazaki, Fernando Torres, Alessandro Del Piero, Zinedine Zidane, Fransesco Totti dan bahkan the alien, Lionel Andres Messi. Ya, anak kecil mana yang tak akan terpana dengan kemampuan mengolah bola yang sangat menawan dari seorang Tsubasa Ozora.

Salah satu impact yang terlihat dari populernya serial Captain Tsubasa adalah meningkatnya prestasi persepakbolaan Jepang. Menurut beberapa sumber, kepopuleran Misaki, dkk. turut menginspirasi pemerintah Jepang kala itu, untuk meningkatkan sarana dan prasarana sepak bola di Jepang.

Serial Captain Tsubasa mengajarkan kepada kita arti memiliki sebuah mimpi. Semenjak kecil Tsubasa sudah bermimpi untuk bisa membawa Jepang menjadi juara dunia. Padahal pada saat itu, tim nasional Jepang sama sekali belum menorehkan prestasi apa – apa, tetapi ia berani bermimpi. Berani bermimpi adalah sebuah langkah awal yang sangat penting untuk tercapainya suatu tujuan.

Serial Tsubasa tak hanya menawarkan sekedar impian kosong. Yoichi seakan ingin mengajarkan kepada dunia untuk meraih mimpi, kita harus bekerja ekstra keras dan pantang menyerah. Hal ini terlihat pada beberapa episode yang khusus membahas perjuangan Tsubasa untuk menguasai suatu teknik. Tsubasa tidak mendapat tempat di mana – mana dengan mudah, seperti yang biasanya ada di kartun – kartun lain. Pada serial Tsubasa, kita bisa melihat perjuangan Tsubasa untuk mendapatkan tempat di tim utama Barcelona. Tak cukup hanya sekedar bakat dan keinginan untuk meraih mimpi, diperlukan kerja keras dan mental baja untuk meraih semua itu. Dan itu diajarkan tak hanya oleh Tsubasa, tetapi juga oleh rekan – rekan setimnya dan karakter – karakter yang lain. Sebut saja Shingo Aoi, yang sempat menjadi tukang bersih – bersih di Inter Milan, sebelum akhirnya bisa mendapatkan tempat di sana, Ishizaki, yang dengan segala kekonyolannya tetap berjuang untuk bisa mendapatkan tempat di tim nasional Jepang dan tentunya Santana, yang awalnya hanya sekedar cyborg sepak bola.

Di samping itu, serial Tsubasa juga menunjukkan bahwa untuk meraih suatu mimpi, seperti menjadi juara piala dunia, kita membutuhkan teman – teman untuk berjuang bersama, atau bahkan sekedar mengingatkan. Pada suatu episode, pernah tergambar kemampuan Tsubasa yang jauh di atas teman – temannya, membuat tim Jepang kacau balau. Tetapi Tsubasa mampu memotivasi teman – temannya untuk berlatih lebih baik bersamanya, sehingga mereka bisa berada di level yang sama dengan Tsubasa. “Berbagi ilmu kepada orang lain tak akan mengurangi ilmu kita sendiri, malah akan menambahnya”, kata pepatah kuno. Dan tentunya kita juga tidak akan bisa mengabaikan peran Anego dan teman – teman lain yang selalu mendukung tim Jepang di segala kondisi.

Satu hal yang sering dilupakan oleh banyak orang adalah bagaimana serial Tsubasa ini bisa membawa suatu perubahan untuk dunia, setidaknya untuk Jepang. Tak harus berkecimpung secara langsung di dunia sepak bola untuk bisa memajukan sepak bola suatu negara, bisa jadi serial – serial yang terlihat tidak serius, seperti Captain Tsubasa, malah menjadi inspirasi lahirnya bintang – bintang kelas dunia.

Lalu bagaimana dengan Indonesia?! Kehadiran Tsubasa di televisi nasional beberapa tahun lalu nampaknya masih kurang memberi hasil yang berarti untuk Indonesia. Mari kita berharap, Tendangan si Madun lebih bisa diterima anak – anak Indonesia dan menjadikan persepakbolaan Indonesia lebih baik kedepannya.

About Bikha Crasanai 7 Articles
A night creature without any supersonic hearing ability. Write against will.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*