Tu(h)an Wasit yang Mulia

Insiden kartu merah yang dikeluarkan oleh wasit Cuneyt Çakir pada pertandingan tadi malam saya rasa akan menjadi sebuah momen bersejarah bagi para pendukung MU. Apalagi jika kelak MU berhasil menjuarai Piala Fa dan Liga Inggris. Sudah terbayang headline berita sepak bola seluruh dunia: “Ada Cuneyt Çakir di antara MU dan Treble”.

Jadi, sebenarnya, layakkah Nani diberi kartu merah dalam pertandingan tersebut? Ataukah kartu merah itu hasil dari sentimen wasit Cuneyt terhadap tim – tim Inggris semata?

Saya yakin jumlah artikel yang membahas hal ini tak kalah banyak dengan koleksi fashion item Syahrini #eh. Ada yang setuju dan banyak yang tidak. Mulai dari peraturan FIFA, perbandingan dengan kejadian serupa, hingga komentar dari legenda persepakbolaan internasional pun tak luput dibahas.

Terlepas dari semua kontroversi, ada yang ingin saya tegaskan disini. Sejak peluit awal pertandingan ditiupkan, wasit yang sejatinya manusia biasa seperti pemain lain, menjadi Tuhan yang memiliki kuasa atas segalanya. Sama seperti Tuhan yang kalian kenal, wasit juga sudah memberi “kitab suci”, dalam bentuk peraturan FIFA. Tiap – tiap pemain diberikan sedikit keleluasaan untuk menterjemahkan arti “kitab suci” tersebut dalam permainannya.

Tapi, seperti cerita – cerita keagamaan pada umumnya, kejadian yang sama, bisa dinilai berbeda oleh Tuhan. Kejadian pengangkatan kaki seperti yang dilakukan oleh Nani, bisa membuat seorang pemain dikenakan kartu kuning atau kartu merah. Hanya Tuhan yang tahu. Mengapa? Karena layaknya Tuhan, wasit “bisa” membaca segala maksud dan niat yang ada di hati para pemain di lapangan. Hanya “Tuhan”lah yang bisa melihat segala kejadian di lapangan. Tak mungkin ada yang luput dari penglihatan Tuhan. Jika kalian melihat berbeda, sudah pasti kalian yang salah, karena Tuhan tak pernah salah. Sekali lagi, sejak peluit awal pertandingan terdengar, hingga peluit akhir dibunyikan, Tuan Wasit menjelma menjadi Tuhan Wasit.

Jadi lebih baik para pendukung dan pemain MU dan juga opa Fergie segera bangkit, karena akhir pekan ini mereka akan menghadapi Chelsea di ajang Piala FA. Berdoa saja semoga “Tuhan” berbaik hati dengan mereka. Kekalahan kemarin hanyalah takdir MU yang dituliskan Tuhan untuk pertandingan tersebut.

About Bikha Crasanai 7 Articles
A night creature without any supersonic hearing ability. Write against will.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*