Teori Evolusi Klub Sepak Bola

Hampir semua orang kenal dengan sosok yang bernama Charles Darwin. Doi merupakan tokoh di balik salah satu teori paling fenomenal sepanjang sejarah manusia yaitu teori evolusi. Teori tersebut banyak mengubah pandangan manusia terhadap keberadaan Tuhan. Lalu apa hubungan teori doi dengan klub sepak bola? Sebelum masuk ke situ mari kita kenal lebih dekat sosok yang bernama lengkap Charles Robert Darwin.

Charles Darwin lahir di Shrewsbury (dekat Birmingham), Inggris pada 12 Desember 1809. Ia kuliah di Fakultas Kedokteran, Universitas Edinburgh. Sebenarnya, ia lebih tertarik pada biologi namun untuk menyenangkan ayahnya ia memilih kedokteran. Karena bermasalah, ayahnya kemudian menyekolahkannya ke Fakultas Seni, Cambridge, agar kelak menjadi seorang pendeta. Meskipun ia lulus dengan nilai yang baik ia tak lantas menjadi seorang pendeta.

Singkat cerita, ia terpilih sebagai salah satu ilmuwan yang akan mengukuti ekspedisi kapal HMS Beagle keliling dunia. Ekspedisi ini berlangsung kurang lebih selama lima tahun. Selama perjalanan itu banyak fenomena alam yang membuatnya bertanya “mengapa terdapat spesies tertentu di suatu tempat sedangkan di tempat lain tidak?”, “Mengapa ada spesies yang punah?”, dll. Pertanyaan-pertanyaan tersebut akhirnya mengispirasinya untuk merumuskan teori evolusi. Secara keseluruhan teori tersebut mengungkapkan bahwa semua makhluk hidup yang ada di dunia ini berasal dari satu nenek moyang. Ada lima poin penting pada teori evolusi yaitu Variasi, Kompetisi, Keturunan, Pewarisan Gen dan Seleksi Alam.

Banyak pihak yang  menolak mentah-mentah teori yang diajukan Darwin. Teori tersebut secara tegas menyatakan bahwa tidak ada yang namanya Tuhan. Darwin bahkan pernah mengemukakan bahwa agama hanyalah bagian dari evolusi. Jika manusia mau menggali lebih dalam maka sebenarnya Tuhan hanyalah ilusi buatan akal manusia saja.

Barbarians, paham Darwin memang sangat tidak cocok dengan identitas Pancasila. Kita sebagai umat beragama boleh saja menolak dan mengatakan bahwa teori tersebut tidak akan pernah berlaku. Namun siapa sangka, teori evolusi justru berlaku di dunia sepak bola. Berikut lima poin teori evolusi yang berkaitan langsung dengan klub sepak bola.

1. Variasi

Variasi yang dimaksud oleh Darwin adalah perubahan susunan gen melalui reproduksi seksual. Perubahan ini menghasilkan individu yang berbeda setiap kali sebuah makhluk berkembang biak. Peristiwa ini memiliki laju yang amat lambat sehingga seorang manusia tidak bisa melihat langsung hasil dari perubahan tersebut. Contoh yang paling terkenal adalah perubahan monyet menjadi mausia.

Variasi juga terjadi pada klub sepak bola. Meskipun tidak sampai pada tahap berubah menjadi klub olahraga lain, perubahan-perubahan kecil telah terjadi seiring berjalannya waktu. Contoh yang jelas adalah perubahan formasi bermain. Jika dahulu sebuah tim memainkan tiga defender sebagai pembantu kiper mengawal gawang, maka kebiasaan itu sudah tak banyak berlaku. Di sepak bola modern tim-tim besar umumnya memainkan empat defender. Napoli adalah salah satu tim besar yang masih menerapkan formasi dengan tiga defender.

2. Kompetisi

Kompetisi menjadi syarat mutlak berlangsungnya evolusi. Menurut Darwin sumber daya alam yang ada di bumi bersifat terbatas. Hal ini mengharuskan setiap spesies baik hewan maupun tumbuhan untuk berkompetisi demi terus bertahan hidup. Mereka yang kalah hanya akan mendapatkan sumber yang terbatas. Sedangkan para penguasa rimba akan dengan sangat leluasa mengeksploitasi alam.

Sepak bola, sejak awal diciptakan memang sarat kompetisi. Bahkan, sebuah pertandingan sepak bola mengharuskan adanya satu pemenang dan satu pihak yang kalah. Dalam sepakbola modern, kompetisi telah berkembang dalam bentuk liga dan piala. Mereka yang mampu mengalahkan banyak tim akan memuncaki klasemen. Keberhasilan memuncaki klasemen akan berdampak pada pemasukan finansial. Jika dianalogikan maka para tim raksasa eropa bak seekor singa yang bisa seenak hati mengeksploitasi alam. Di sisi lain mereka yang kalah akan turun ke kasta liga di bawahnya. Siklus ini akan berjalan terus selama sepak bola tetap dimainkan.

3. Keturunan

Setiap hewan maupun tumbuhan akan berusaha membuat keturunan sebanyak mungkin agar jenis mereka tetap hidup di dunia. Pernyataan ini didukung dengan fakta bahwa sejumlah hewan mampu menghasilkan puluhan bahkan ribuan anak. Kuda laut misalnya, dapat mengeluarkan 1000-1500 telur.

Fenomena berkembang biak ini identik dengan produksi talenta muda yang dapat dihasilkan oleh sebuah klub.  Ajax dapat menjadi contoh yang baik dalam kasus ini. Setiap tahunnya ada saja bintang yang mereka cetak. Para pemain tersebut kemudian dijual dengan harga selangit. Tim yang tidak pandai dalam mengelola akademinya dan ingin berkompetisi di liga besar akan dipaksa unutk merogoh kocek dalam-dalam demi memenuhi kebutuhan tim.

4. Pewarisan Gen

Gen adalah unsur yang mewariskan sifat sebuah organisme. Walaupun terjadi variasi pada setiap peristiwa perkembang biakan. Baik hewan maupun tumbuhan akan mewariskan sifat yang menjadi ciri khas spesies tersebut. Meski berbeda dalam banyak hal, setiap bayi gajah akan memiliki belalai yang menjadi ciri khas seekor gajah.

Klub sepak bola juga mempunyai gen menjadi ciri khas mereka. Ciri khas ini biasanya terus terwariskan selama klub yang bersangkutan tidak bubar. Kita ambil contoh Bayern Munich yang selalu mampu bersaing di papan atas Bundesliga. Atau AC Milan yang selalu saja memunculkan bintang baru selepas kepergian seorang bintang. Pewarisan gen menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan sebuah klub.

5. Seleksi alam

Seleksi alam adalah hasil dari empat poin yang telah disampaikan di atas. Sebuah spesies akan terseleksi (baca : punah) dengan sendirinya jika gagal memaksimalkan empat poin di atas. Contoh yang paling terkenal adalah burung Dodo yang punah di abad ke 17.

Sebuah klub sepak bola juga harus demikian agar dapat terus bertahan di dunia sepak bola yang semakin hari semakin keras. Kita ambil contoh Nottingham Forest dan Leeds United yang sudah tidak pernah kita ketahui kabarnya. Kedua raksasa Inggris ini dulu selalu berprestasi di kancah lokal. Nottingham Forest bahkan sudah memenangi dua gelar Liga Champions, mengungguli klub sekaliber Chelsea dan Arsenal.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*