Menilik Jalan Sunyi Cagliari

“I’m a pessimist because of intelligence, but an optimist because of will.”

Antonio Gramsci.

Sardinia, pulau terbesar kedua Italia setelah Sisilia di selatan. Sardinia dikenal dengan penduduknya yang ramah dan pantainya yang indah; Pantai Peeto adalah serpihan surga saat musim panas datang dan pantai La Bombarde yang memiliki keunikan selain pasir pantainya yang putih, batuan vulkanik dan lebatnya hutan pinus merupakan khas pantai-pantai di Kepulauan Mediterania, tak heran beberapa ilmuwan mengklaim Sardinia sebagai Atlantis yang hilang.

Adalah Cagliari, salah satu klub terbesar sekaligus kebanggaan warga kepulauan Sardinia. Mereka pernah menjuarai Serie A pada tahun 1970 dan melahirkan seorang maestro sepak bola bernama Luigi Riva yang hingga kini, untuk menghormati kejayaan tahun 70-an tersebut, suporter dan klub mengistirahatkan nomor 11 sebagai penghargaan dan ingatan akan kejayaan di masa lalu.

Musim lalu, tepatnya musim 2013-2014, Cagliari menyudahi musim di urutan 15 atau hanya selisih 7 poin dari Catania, yang terdegradasi ke Serie B bersama Bologna dan Livorno, karena itulah, Cagliari harus berbenah agar terhindar dari degradasi musim ini.

Tommaso Giulini, sang pemilik klub baru yang mengambil alih tahta dari pemilik klub Leeds United, Massimo Cellino, memiliki pengalaman yang cukup lama dalam dunia sepak bola sewaktu dirinya menjadi salah satu dewan direksi Inter Milan. Pengambilalihan Cagliari oleh Sardinia Fluorsid, perusahaan kimia milik keluarga Giulini, dirasa tepat karena selama musim lalu Cagliari dilanda krisis keuangan hingga memaksa mereka menjual Radja Nainggolan dan Davide Astori.

Giulini yang baru akhir Juni lalu mengakuisisi Cagliari bergerak cepat dengan mendatangkan pelatih karismatik asal Republik Ceko, Zdeněk Zeman, yang terakhir kali menangani Roma. Keputusan mengontrak dirinya adalah keputusan yang baik karena Zeman dikenal memiliki kemampuan untuk mengembangkan pemain muda.

Cagliari sedari dulu memang dikenal memiliki kebijakan untuk mengembangkan talenta pemain muda; nama-nama seperti Simone Colombi (kiper), Albin Ekdal (gelandang), Mathías Cabrera (bek), serta sederetan pemain muda lainnya merupakan ciri khas Cagliari dari musim ke musim. Di musim ini pun Cagliari kedatangan skuadmuda, Lorenzo Crisetig dan Samuele Longo dengan status pinjaman dari Inter Milan dan pembelian bek muda Simone Benedetti yang juga dari Inter Milan. Selain itu mereka juga mendatangkan Alessio Cragno dari Bresia, yang juga mantan anggota skuad Gli Azzuri U-19, dan Allesandro Capello dari Bologna yang tampil impresif di Primavera.

Zdeněk Zeman dikenal sebagai pelatih yang bertalenta, di tahun 1989 dirinya pernah menukangi Foggia yang berhasil dibawanya ke Serie A hanya dalam waktu dua tahun,  Zeman melahirkan talenta berbakat seperti Signori dan Baiano kala itu. Setelah itu, ia pindah ke Lazio, di sana Zeman mengorbitkan Allesandro Nesta. Saat menjuarai Serie B bersama Pescara di musim 2011-2012, ia melahirkan bakat baru seperti Lorenzo Insigne (pemain masa depan Napoli), Ciro Immobile (top scorer Serie A musim lalu ), dan Marco Verrati (bermain untuk PSG).

Cagliari kini tengah menyusuri jalan sunyi untuk berkompetisi di Serie A musim ini – jalan sunyi yang sama yang dilakukan pemikir asal Ales, Antonio Gramsci. Gramsci adalah seorang pemikir orisinal utama dalam tradisi pemikiran Marxis, ia tetap aktif menulis, meskipun menjadi pesakitan dalam kurungan penjara di rezim Mussolini. Dalam pemikirannya, ia menulis tentang hegemoni kebudayaan di mana pemerintah memanfaatkan institusi kebudayaan untuk menjaga keberlangsungan hidup bernegara dalam sebuah masyarakat kapitalis. Seperti itu pula jalan yang sebaiknya ditempuh oleh Cagliari. Mereka tetap mempertahankan budaya berjuang untuk bisa meraih kejayaan dengan mempertahankan tradisionalisme. Seperti quote dari Gramsci, “football is a model of individualistic society. It demands initiative, competition and conflict. But it is regulated by the unwritten rule of fair play.

Pada akhirnya Sardinia memiliki legenda yang terpampang  jelas dalam bendera Four Moors, yakni bendera salib merah dengan latar warna putih dengan gambar empat pria dengan mata tertutup – yang berarti kemenangan atas semua musuhnya. Akankah semangat bendera Sardinia yang ada di lambang klub Cagliari ini mewakili semangat punggawa il Rossoblu untuk memperoleh kemenangan di setiap pertandingan?

[author image=”https://pbs.twimg.com/profile_images/378800000737913217/eb1c9e50fb012af74cddb8ed152fe406_400x400.jpeg” ]Handy Fernandy (@handyfernandy) – Penghuni tetap tribun selatan Stadion Merpati Depok.[/author]

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*