Referendum Cataluña dan Efek bagi Persepakbolaan Spanyol

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa.” – Pembukaan UUD 1945

Belum lama rasanya Felipe VI naik tahta, tepatnya 19 Juni 2014 atau empat bulan lalu. Ia mengantikan sang ayah, Raja Juan Carlos, yang berkuasa hampir 39 tahun lamanya. Penobatan Felipe VI membuat rekor baru yakni raja termuda di Eropa, dengan usia 46 tahun. Namun di tengah hingar bingar pelantikan raja yang baru, sang ayah meninggalkan sejumlah warisan, salah satunya adalah krisis ekonomi. Krisis ekonomi di Spanyol meningkatnya jumlah pengangguran dalam enam tahun terakhir ini.

Efek yang terlihat nyata dalam krisis ini adalah terkikisnya warisan budaya Spanyol, seperti daerah otonomi khusus bernama Cataluña yang ingin memisahkan diri dari Kerajaan Spanyol. Banyak alasan di balik keinginan wilayah timur laut Spanyol ini untuk mengadakan referendum, ada yang mengatakan bahwa Cataluña memiliki perbedaan dengan Spanyol seperti memiliki bahasa, kebudayaan, lagu kebangsaan, dan identitas tersendiri serta kebijakan politik yang berbeda dengan wilayah Spayol lainnya.

Namun alasan yang paling logis serta masuk akal adalah Cataluña ingin berhenti menjadi “sapi perah” Spanyol dalam hal ekonomi. Wilayah Cataluña merupakan wilayah paling kaya di Spanyol. Mereka menyumbang seperlima ekonomi Spanyol, bahkan jikalau nantinya Cataluña berhasil merdeka, negara mereka akan menjadi negara dengan produk domestik bruto per kapita sekitar €30.500, yang berarti mereka akan menjadi negara yang setingkat dengan Denmark dan Jerman.

Keinginan rakyat Cataluña sudah diamini oleh pemerintah Cataluña sendiri lewat pemimpin mereka, Artur Mas, yang sudah jauh hari menandatangani dekrit yang menyatakan daerah Cataluña akan menggelar referendum. Parlemen dan Mahkamah Konstitusi Spanyol menetapkan bahwa pemungutan suara untuk menentukan kemerdekaan Cataluña pada bulan November nanti adalah sebuah tindakan ilegal, meskipun demikian, pemerintah Cataluña masih tetap bersikeras untuk mengusahakan kemerdekaan, bagaimanapun caranya.

Lantas Bagaimana jika Cataluña jadi merdeka?

Kemerdekaan Cataluña bisa merubah peta politik Eropa khususnya dalam bidang kebijakan Ekonomi. Di samping itu, wilayah seperti Basque di Spanyol, Venezia di Italia, serta Irlandia Utara dari Inggris akan kembali giat menyuarakan referendum yang sempat gagal.

Dalam dunia sepak bola, dampak yang paling nyata adalah kemungkinan absennya tim sepak bola FC Barcelona di kancah La Liga. Seperti yang kita ketahui Barcelona dapat dikategorikan sebagai maskot perjuangan rakyat Cataluña dalam hal perlawanan terhadap pemerintah Spanyol. Klub Barcelona sendiri dikenal sebagai alat perjuangan bagi warga Katalan. Semboyan “Es mes que un club” dari bahasa Cataluña yang dalam bahasa Indonesia berarti lebih dari sekedar klub menegaskan bahwa klub Barcelona memang bukan hanya sekedar klub.

Kemenangan Barcelona dalam laga El-Clasico saat melawan Real Madrid sering kali dilukiskan sebagai kemenangan publik Cataluña atas pemerintahan Spanyol. Seruan kemerdekaan kerap menggema di dalam stadion Camp Nou saat laga melawan Madrid. Semenjak kematian Jendral Franco, kampanye kemerdekaan memang amat terasa dan berjalan terus menerus hingga kini.

Pemain Barcelona sendiri pun banyak yang mendukung kemerdekaan Cataluña. Ada nama Gerard Pique, Xavi Hernandez, dan Bojan Krick yang belum lama ikut turun ke jalan bersama lautan manusia yang memakai kaus bendera Cataluña merah-kuning merayakan hari kelahiran wilayah Cataluña 11 September yang lalu.

Namun diantara nama beken di atas, nama Oleguer Presas adalah nama yang akan selalu diingat publik Catalan. Oleguer adalah sosok yang sangat vokal dalam memperjuangkan kemerdekaan Cataluña. Pemain yang pernah memperkuat Barcelona pada tahun 2001 sampai 2008 ini konsisten menyuarakan referendum. Oleguer juga sempat menolak panggilan timnas Spanyol pada masa kepelatihan Luis Aragones dan hanya memperkuat timnas sepak bola Cataluña yang hingga kini belum disahkan oleh FIFA.

Puncak dari sikapnya sebagai salah satu aktivis kemerdekaan adalah dengan menulis dalam sebuah jurnal di Spanyol dan kumpulan tulisannya tersebut dijadikan buku berjudul Cami D’Itaca / The Road to Ithaca. Dia menulis tentang Jenderal Franco, perang, dan kemerdekaan Cataluña, di bukunya ia juga membela aktivis kemerdekaan Basque, salah satu wilayah Spanyol yang juga menginginkan kemerdekaan. Oleguer berpendapat pengadilan hukuman atas aktivis Basque tidak independen. Olegue sendiri menulisnya dengan bahasa Basque yang dilihat orang banyak orang sebagai sebuah pemberontakan.

Setelah hal tersebut karir Oleguer menjadi meredup, ditinggal sponsor, diserang media, sering mendapaat cemoohan dari supporter lawan, hingga seperti di haramkan bermain di tanah Spanyol dan mengakhiri karir di Ajax yang notabene berada di luar Spanyol.

Kemungkinan Barcelona akan didepak dari La Liga jika Cataluña merdeka adalah besar, karena Undang-undang Olah Raga di Spanyol menyatakan bahwa hanya satu negara non-Spanyol yang bisa bermain di La Liga atau kompetisi resmi sepak bola Spanyol yakni negara Andorra. Selain Barcelona, banyak klub asal Cataluña seperti Espanyol, Gimnastic, Girona, Sabadell, dan Hospitalet yang terancam tak dapat mengikuti kompetisi legal sepak bola di Spanyol.

Nah kalo sudah begitu apakah La Liga akan menjadi tidak menarik?

Wajar pertanyaan ini menyangkut di isi kepala tiap orang yang selalu menanti Barcelona bertanding, khususnya saat laga El-Clasico kala Barcelona berjumpa dengan Real Madrid. Jika Barcelona keluar dari liga, La Liga kemungkinan akan dikuasai oleh Madrid saja dan mengurangi kekhusyukan kompetisi La Liga.

Barcelona pun terancam tidak bisa berkompetisi di Liga Champion selama beberapa waktu mengingat adanya proses pengakuan badan organisasi sepak bola untuk sebuah negara baru, format liga, dan juga nilai koefisien untuk mengikuti Liga Champion. Hal ini juga akan banyak merubah tatanan persepakbolaan Spanyol, timnas Spanyol masih banyak dihuni oleh pemain dari Barcelona ataupun kelahiran dari wilayah Cataluña. Jika kemerdekaan Cataluña terjadi dipastikan kekuatan timnas Spanyol akan berkurang.

Namun segala sesuatu masih berupa kemungkinan, hari ini arah perkembangan politik di Spanyol akan ditentukan. Akan menarik untuk mengikuti perkembangan ini, terutama dalam hal sepak bola.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*