Agenda Der Klassiker di Wembley

Untuk gelaran pertandingan Final Liga Champions yang mempertemukan dua tim senegara Borussia Dortmund dan Bayern Munchen, telah disiapkan beberapa agenda yang bakal tersaji di Stadion Wembley. Agenda – agenda tersebut telah diolah dengan baik oleh kedua pelatih, Jupp Heynckes dan Jurgen Klopp.

Agenda – agenda tersebut akan menentukan hasil akhir dari pertandingan yang mengukir sejarah ini. Berikut beberapa agenda der klassiker yang akan tersaji di Wembley:

Inverted Wings

Skema 4-2-3-1 yang dimainkan oleh Philip Lahm, dkk. akan menempatkan inverted wings yaitu, Arjen Robben di sisi kanan dan Franck Ribery di sisi kiri. Sedangkan di sisi lapangan yang lain, Lukasz Piszczek dan Marcel Schmelzer akan bertugas menjaga sisi pertahanan Dortmund.

Piszczek akan bertugas menutup penetrasi melalui akselerasi yang kerap dimainkan Ribery. Selain itu, crossing Ribery ke jantung pertahanan Dortmund juga perlu diantisipasi oleh Piszczek. Salah satu hasil kreasi Ribery dari sisi sayap adalah gol Muller ke gawang Barcelona. Dan perlu diingat, he crossed with his left foot!

Berbeda dengan Ribery, Robben hanya percaya dengan kemampuan kaki kirinya. Ini membuat Schmelzer bisa lebih fokus mematikan Robben dengan menutup ruang yang mempermudah gerak Robben untuk menggunakan kaki kirinya. Semudah itu kah?! Tidak. Dribble dan akselerasi Robben terbilang sulit ditebak walau hanya menggunakan satu kaki. Namun demikian, Schmelzer setidaknya bisa meminimalisir ruang Robben untuk menggunakan senjatanya.

Triangle Area vs Berlin Wall

Triangle area akan menjadi agenda yang akan dimainkan lini tengah Borussia Dortmund. Marco Reus, Jakob Blaszczykowski, Ilkay Gundogan dan Mario Gotze kerap mempertontonkan passing segitiga di area kedua Dortmund. Mereka akan berhadapan dengan double pivot FC Hollywood yang kokoh layaknya tembok berlin, Sebastian Schweinsteiger dan Javier Martinez.

Dortmund yang aktif dengan operan – operan pendek dan one-two passes, akan terhalang oleh stabilitas dan determinasi dari Schweinsteiger dan Martinez. Trackback yang dilakukan Muller juga akan mempersulit Dortmund menembus pertahanan Munchen. Sialnya lagi bagi Dortmund, Gotze dipastikan absen dalam laga tersebut, yang tentunya akan mengurangi kreatifitas Dortmund di lini tengah. Pemain yang musim depan akan memperkuat Bayern Munchen ini merupakan pemain yang memiliki tingkat agresifitas menyerang yang tinggi. Selain Lewandowski yang memiliki total attempts 42, Gotze menorehkan 24 total attempts, lebih banyak ketimbang Robben dan Muller.

Lewangoalski

Agenda lainnya yang akan dihadirkan pada pertandingan nanti adalah penampilan dari Lewandowski, atau lebih tepatnya, Lewangoalski. Ya, Lewangoalski tampak lebih cachy untuk digunakan sebagai nama kostumnya, mengingat dirinya yang sedang akrab dengan gol – gol. Empat gol ke gawang Real Madrid seolah menjadi salam perkenalan Lewandowski untuk tim – tim raksasa Eropa lainnya.

Postur tubuhnya ideal untuk menjadi poacher di lini depan Dortmund, diimbangi dengan penempatan posisi yang baik, menambah kebinalan Lewandowski sebagai striker tunggal. Ia hanya terpaut dua gol dengan Cristiano Ronaldo di daftar pencetak gol terbanyak, tidak tertutup kemungkinan Lewangoalski untuk menjadi yang teratas, baik secara individual maupun kolektif.

Muller, The (not) Special One

Ya, dari sekian banyak pemain bintang yang ada dalam pertandingan ini, Muller akan mengambil peran penting di pertandingan ini. Walau ia tak seciamik dribble-nya Robben dan Ribery, namun Muller selalu menjadi pemain yang menentukan hasil akhir pertandingan. Entah lewat golnya atau pun assistnya.

Muller yang dimainkan di belakang Mandzukic, memiliki peran sebagai penyerang bayangan. Ini juga yang menyebabkan Muller seperti tak terlihat, karena Muller tidak banyak terlibat dalam permainan. Dengan kata lain, Muller bukan seorang game-maker ataupun target-man untuk Munchen. Oleh karena itu, perlu pemain bertahan bayangan, agar ruang Muller menerima bola, lebih sedikit. Jika ia dibiarkan, sudah dipastikan Munchen akan mendapatkan hukuman sosial, mendapatkan gelar yang memalukan, juara Liga Champions ke-5 kalinya.

Genießen Sie das Spiel!

About Ibnu Sina Meliala 27 Articles
A man, who has spent his entire life, so far, wasted with mostly watching and playing football. Not until recently he realized that he should try writing and make a living out of football. You will definitely love him.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*