Arsenal’s Homeworks

Hasil imbang 1-1 melawan Manchester United, membuat Arsenal turun ke posisi 4 setelah pada pertandingan sebelumnya Chelsea berhasil menundukkan Swansea City dengan skor 2-0. Namun dibalik itu semua, performa Arsenal melawan sang juara bertahan tadi malam terbilang oke, walau masih banyak pe-er yang perlu dibenahi.

Dari pertandingan tadi malam, ada beberapa hal yang perlu dirubah tim asal London ini. Dengan hanya menyisakan 3 pertandingan, kemenangan sudah menjadi harga mati untuk the gooners jika ingin lolos ke Liga Champions musim depan.

 

Melihat statistik kedua tim, Arsenal memiliki pengusaan bola lebih baik sebanyak 52% berbanding 48% yang dimilki United.  Terlihat pada action heat map di atas, bagaimana banyak duel terjadi di lini tengah. Bukan suatu hal yang mengejutkan memang, ketika nama-nama seperti Arteta, Ramsey, Rosicky, dan Cazorla lebih mendominasi  lini tengah di pertandingan ini ketimbang United yang hanya diisi oleh Carrick dan Jones.

Namun ada beberapa hal lain yang perlu di cermati dari action heat map di atas dan menjadi tugas rumah untuk Arsenal di pertandingan sisa musim ini.

Krisis Penyerang Tengah

Permainan Podolski yang di plot menjadi penyerang tengah tidak gemilang di pertandingan ini. Melihat action heat map di atas, terlihat tidak banyak aksi di area pertahanan United, khususnya area kotak penalti. Kalah dalam duel bola udara menjadikan Podolski bulan-bulanan Ferdinand yang bermain sangat baik di pertandingan itu.

Meski tak banyak aksi di area penalty, namun Arsenal lebih banyak melakukan percobaan tendangan ke gawang, dengan torehan 19 percobaan yang mana 6 diantaranya mengarah ke gawang. Bisa disimpulkan, lini kedua Arsenal berperan lebih baik pada pertandingan semalam, ketimbang penyerang tengah. Situasi ini mirip dengan situasi di awal musim, ketika Giroud masih mandul. Minimnya alternatif penyerang tengah yang dimilki Arsenal, bisa diatasi salah satunya dengan cara memainkan Walcott sebagai penyerang tengah sebagai solusi.

 Sayap Kiri

Merujuk kembali action heat map di atas, Walcott di flank kanan dan Sagna sebagai wingback kanan memiliki kontribusi besar di pertandingan ini. Bisa di lihat, bagaimana sisi kanan yang begitu dominan sepanjang pertandingan tersebut.

Namun hal itu tidak diimbangi di sisi kiri. Podolski yang biasa di plot menjadi flank kiri, harus mengisi posisi yang ditinggalkan Giroud akibat kartu merah di pertandingan sebelumnya. Inilah alasan lain mengapa Wenger sebaiknya tidak memainkan Podolski sebagai penyerang tengah, selain karena penampilannya yang masih buruk sebagai penyerang tengah, Podolski juga lebih rajin menyisir pertahanan lawan jika dimainkan di posisi tersebut.

Lack of Crosses

Terlihat jelas dari statistik di bawah, bagaimana Arsenal hanya mampu melakukan 2 crossing sukses terukur dari 20 kali percobaan umpan silang. Umpan silang sudah menjadi ciri khas tim-tim Inggris walau sejatinya banyak pemain non Inggris yang bermain di liga tersebut. Namun demikian, semenjak ditangani Wenger, Arsenal lebih senang melakukan serangan dan penetrasi dari sayap. Ketika sedang dilanda kebuntuan, ada baiknya Wenger mengikuti tradisi tim-tim Inggris dengan memainkan umpan-umpan silang.

 

Bagaimana Barbarians? Apakah rekor Wenger yang selalu berhasil membawa Arsenal ke Liga Champions harus terhenti musim ini?

About Ibnu Sina Meliala 27 Articles
A man, who has spent his entire life, so far, wasted with mostly watching and playing football. Not until recently he realized that he should try writing and make a living out of football. You will definitely love him.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*