Daley Blind, Pembelian Terbaik van Gaal

Satu kekalahan dan dua hasil imbang yang didapatkan Manchester United di tiga laga perdananya di Liga Inggris hanya mampu menghasilkan dua poin dari maksimal sembilan poin. Hal ini dirasa pelatih setan merah, Louis van Gaal, sebagai hasil yang buruk bagi tim selevel United. Performa tersebut sebenarnya tidak mengejutkan para pendukung Man United, mengingat musim lalu mereka hanya mampu menyelesaikan musim di peringkat ketujuh, yang mengakibatkan tidak tampilnya mereka di ajang Liga Champions.

Kita tahu bahwa tak selamanya level permainan berbanding lurus dengan hasil yang diterima. Sebuah tim bisa saja beruntung, meskipun tampil buruk namun mendapatkan hasil yang maksimal. Juga sebaliknya, mereka bisa saja sial, meski sudah tampil baik namun hasil yang didapat tidak maksimal. Setidaknya dari dua kondisi tersebut, ada sesuatu yang berkualitas baik. Namun apa namanya jika hasil buruk yang didapatkan dengan permainan yang tak kalah buruknya? Manchester United-lah jawabannya.

Kedongkolan tingkat dewa adalah ketika melihat permainan dan hasil buruk, meski tim tersebut bermaterikan pemain-pemain bintang. Nama-nama besar seperti Juan Mata, Wayne Rooney, dan Robin van Persie rasanya sudah cukup untuk membuat lawan minder, apalagi ditambah dengan pemain termahal di ranah Inggris, Angel di Maria, tentunya lawan akan semakin ciut. Namun semua itu hanya sebatas teori kacangan ketika mereka ditahan imbang tanpa gol oleh tim promosi, Burnley. Ya, tim promosi!

Hingar bingar ekspektasi atas van Gaal, yang dianggap sebagai pelatih yang mumpuni dan bisa membawa United kembali ke jalan yang benar, sudah terdengar sejak penunjukkannya sebagai pelatih baru Manchester United. Tapi apa daya, hingga detik ini belum ada yang bisa dibanggakan sama sekali, baik raihan poin, ataupun performa permainan.

Sampai detik ini, Ed Woodward sudah mendatangkan lima pemain untuk membantu van Gaal mengarungi musim 2014-2015, Ander Hererra, Luke Shaw, Marcos Rojo, Angel di Maria, dan yang teranyar, Daley Blind. Dua nama pertama adalah nama yang disetujui van Gaal untuk bergabung dengan United ketika dirinya masih disibukkan dengan Piala Dunia. Melihat strategi yang diterapkan oleh van Gaal sejauh ini, tampaknya ia hanya sebatas menyetujui pembelian Herrera dan Shaw sebelum benar-benar memikirkan bentuk Manchester United yang ia inginkan. Sepintas lalu kedua pemain ini terlihat sebagai bentuk balas dendam Ed Woodward yang ingin kembali mendapat pengakuan sebagai akuntan handal di bursa transfer, setelah gagal mendatangkan pemain-pemain tersebut musim lalu.

Nasi sudah menjadi bubur. Toh secara kasat mata kedua pemain tersebut memang dibutuhkan United. Perginya Evra dan Buttner membuat stok bek kiri United habis dan Shaw siap untuk posisi itu. Sementara Hererra bisa menutup lubang di lini tengah dan menambah kreatifitas lini kedua United.

Rojo, di Maria, dan Blind murni direkrut oleh van Gaal dan didatangkan setelah United melakoni tur pra-musim mereka di Amerika. Walaupun berhasil menjadi kampiun di ajang pra-musim, van Gaal merasa kepingan lego yang dimilikinya masih belum lengkap.

Rojo, yang bersinar bersama timnas Argentina di Piala Dunia Brazil, diplot van Gaal sebagai bek tengah pada formasi tiga pemain belakang. Ia pun mampu menjadi wing-back dan membantu serangan. Di Maria juga dirasa akan menjawab keresahan para pendukung United akan pemain sayap yang mumpuni dan mampu memberi kontribusi nyata untuk tim.

Dua pemain yang memang dibutuhkan dan sesuai dengan strategi van Gaal untuk United. Akan tetapi, Blind-lah pembelian terbaik van Gaal sejauh ini. Bagaimana tidak, dengan harga 18 juta Poundsterling ia mendapatkan seorang pemain multi-talented. Di timnas Belanda, Blind diplot sebagai wing-back oleh van Gaal karena memiliki naluri menyerang dan bertahan yang seimbang. Gol super-dolphin van Persie ketika mempecundangi Spanyol adalah salah satu kreasi dari kemampuan melihat ruang dan keakuratan umpan jauh milik Blind.

Darah memang lebih kental daripada air, gen gelandang bertahan Daley Blind diwarisi dari sang ayah, Danny Blind. Danny Blind adalah seorang legenda Ajax yang berposisi sebagai galandang bertahan. Keahlian membaca pertandingan serta umpan dan tendangan yang akurat membuat ayah Blind, sang kapten Ajax saat itu, berhasil membawa Ajax menjadi juara Piala Champions tahun 1995, setelah mengalahkan A.C Milan 1-0 di pertandingan puncak. Uniknya, Louis van Gaal adalah pelatih Ajax kala itu. Reuni 20 tahun lintas generasi itu kini terjadi; ayah dan anak keluarga Blind pun bisa berbagi cerita tentang van Gaal di ruang makan mereka.

Tipikal gelandang bertahan merupakan jantung dari sebuah tim, tak terkecuali Manchester United. Selepas Roy Keane, Kleberson dan Djemba-Djemba sempat melakoni tugas berat ini dan gagal. Hingga, terakhir, Michael Carrick datang sebagai juru penyelamat lini tengah United di beberapa tahun terakhir. Akan tetapi kini dirinya harus menepi selama dua bulan dan Blind dirasa tepat untuk menggantikan peran Carrick sementara waktu.

Blind-Carrick

Sebagai gelandang bertahan, kemampuan untuk melakukan intercept, clearance, dan block adalah hal yang fundamental. Dari gambar diatas, kita bisa melihat peta kekuatan Blind dan Carrick tidak jauh berbeda. Dari 29 pertandingan yang dijalani kedua pemain di musim lalu di liga masing-masing, terlihat Blind mampu menyaingi Carrick dalam hal bertahan. Carrick unggul dalam jumlah interceptions (80-70) dan blocks (10-7), sedangkan Blind unggul dalam ball clearances (74-60). Dengan adanya pelindung yang kokoh seperti Blind di depan tiga central back United, beban tiga pemain belakang United yang masih beradaptasi dengan filosofi sang pelatih akan sangat berkurang.

Dalam membangun serangan, Blind terlihat lebih baik. Sama-sama memiliki keakuratan umpan sebesar 88%, Blind unggul tipis dalam jumlah umpan sukses, 1.777 berbanding 1.763. Begitu juga dalam jumlah peluang yang diciptakan, Blind mengungguli Carrick dengan perolehan 37 berbanding 28Semoga Blind bisa menciptakan peluang untuk United, setidaknya, kembali ke zona Liga Champions.

Welkom bij Manchester, Blind! Ik wens u veel success!

About Ibnu Sina Meliala 27 Articles
A man, who has spent his entire life, so far, wasted with mostly watching and playing football. Not until recently he realized that he should try writing and make a living out of football. You will definitely love him.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*