My Journey (#2) : Daya Magis Suporter Ghana

Mungkin banyak yang skeptis mengenai seberapa besar pengaruh dukungan penonton untuk tim yang dibelanya. Perjalanan saya kali ini menggambarkan bagaimana daya magis yang nyata suporter Ghana untuk timnya yang berjuang di turnamen Piala Dunia U-20 di Turki.

Setelah sebelumya kota Bursa yang saya kunjungi untuk menyaksikan perempat final turnamen tersebut antara Uruguay dan Spanyol, kali ini saya mengunjungi kota yang memiliki sejarah begitu tinggi dan juga salah kota tujuan utama para wisatawan mancanegara, Istanbul.

Istanbul yang menjadi salah satu kota metropolitan dengan penduduk hampir 14 juta jiwa ini, dulu sempat dikenal dengan sebutan Konstantinopel. Kota ini memiliki basis supporter bola yang besar dan tim-tim lokal yang cukup besar, semacam Fenerbahce, Galatasaray dan juga Besiktas. Piala Dunia U-20 ini diselenggarakan di salah satu stadion tim besar tersebut.

Kali ini saya mengunjungi Ali Sami Yen Stadium atau yang sekarang lebih dikenal dengan Turk Telekom Arena, markas dari Galatasaray. Pertandingan yang mempertemukan Chile dan Ghana bisa di bilang adalah pertandingan yang mungkin akan sangat anda hindari karena selain dua negara yang kurang menghasilkan bibit muda, juga turnamen ini sesungguhnya kurang prestis dibandingkan Piala Eropa atau Piala Dunia yang sesungguhnya.

Saya pun sebenarnya agak khawatir jikalau saya akan tertidur di stadion dikarenakan nilai jual pertandingan tersebut rendah. Namun setelah saya tiba ke stadion setelah keluar dari Metro (subway), saya dikejutkan dengan banyaknya dan uniknya penonton Ghana yang membanjiri gerbang stadion.

Saya tersenyum. Muka saya kembali cerah. Atmosfer yang benar-benar berbeda diperlihatkan para pendukung Ghana dilakukan dengan cara yang berbeda-beda. Wajah dan tubuh yang penuh coretan warna merah, kuning dan hijau yang menjadi simbol bendera Ghana. Juga atribut lain seperti drum besar dan alat-alat musik tradisional Ghana, meramaikan suasana turnamen tersebut. Tak berbeda jauh dengan pesta rakyat, mereka berjoget dan menari, bernyanyi dan menyerukan yel-yel untuk mendukung tim nasional mereka.

Pemandangan tak kalah jauh menarik ketika pertandingan Chile melawan Ghana ini dimulai. Sebelum pertandingan pun, hikmat dan lantangnya suara para pendukung Ghana ketika menyanyikan national anthems mereka, tak kalah dengan nyayian supporter Indonesia di Gelora Bung Karno. Kursi yang memang saya tempati tak jauh dari ratusan pendukung Ghana ini, membuat saya dapat melihat lebih dekat tingkah dan atraksi dari supporter Ghana.

Pertandingan yang awalnya saya prediksi akan menghasilkan banyak gol, akhirnya terbukti. Sebelumnya saya pun sempat menyaksikan Ghana bermain di layar kaca. Melihat permainan terbuka ala Ghana mudah sekali merumuskan akan banyaknya gol yang diciptakan Ghana atau pun banyaknya gol kemasukan yang dialami Ghana. Dengan begitu, membuat saya makin penasaran bagaimana pertandingan akan berlangsung terlepas dari luar biasanya para pendukung Ghana ini.

Moses Odjer membuat para pendukung Ghana bersorak setelah gol cantiknya menit 11, membuat Ghana unggul 1-0. Namun hanya berjarak 15 menit, Chile berhasil mengembalikan kedudukan 1-2 berkat gol sudut sempit Castillo, dan bintang muda Manchester United yang dipinjamkan ke Wigan musim lalu, Angelo Henriquez.

Di babak kedua, Ghana tampil makin agresif melancarkan serangan, sedangkan Chile hanya sesekali melakuakan serangan balik untuk mengamankan keunggulan mereka. Serangan demi serangan Ghana akhirnya berbuah manis setelah Assifuah berhasil menyamakan kedudukan. Pertandingan pun akhirnya dilanjutkan dengan babak perpanjangan waktu. Lagi-lagi saya tak berharap akan terjadi banyak gol pada babak terebut, dikarenakan stamina mereka yang sudah terkuras habis, membuat kedua pemain mengurangi agresifitas mereka.

Battle antara kedua supporter pun terjadi di pertandingan ini, Pendukung Chile yang jumlahnya tak sebanyak Ghana pun, bisa meneriakan dukungan mereka ke pada Henriquez dkk. Namun berbeda dengan pendukung Chile yang hanya sesekali bersorak dan berteriak, pendukung Ghana tak henti-hentinya memberikan suntikan moril untuk Lartey, dkk.

Setelah Ghana kembali tertinggal di babak perpanjangan waktu, ada sedikit adegan yang saya tangkap terjadi pada pendukung Ghana. Pendukung Ghana yang memakai antribut dan pukulan drum-drum besar mulai terdengar kurang lantang ketika Ghana tertinggal di babak perpanjangan waktu yang hanya menyisakan kurang dari 10 menit.

Duduk tak jauh dari kursi saya, seorang pria salah satu pendukung Ghana yang mengenakan baju berbeda dari teman-temannya, yang mana ramai dengan warna-warni atribut bendara Ghana. Pria tersebut hanya mengenakan kaos, celana panjang dan sneakers berwarna gelap. Ia sempat berteriak dan memanggil seseorang yang saya nilai adalah koordinator supporter Ghana. Percakapan kedua pria ini tak dapat saya pahami secara lingustik. Namun setelah percakapan mereka usai, baru saya mengerti inti dari percakapan tersebut.

Intinya, pria casual tersebut, memberikan masukan atau mungkin kembali memperingati koordinator supporter tersebut untuk terus meneriakan dan mendukung tim nasional mereka dengan lantang dan keras. Karena sepeninggalnya pria tersebut, mulai kembali terlihatnya semangat dan dukungan supporter Ghana makin terdengar. Dan tak butuh waktu lama, Ghana berhasil menyamakan kedudukan dan bahkan mencetak gol dramatis di menit 120+1. Sebuah daya magis dari pemain kedua belas ini, membuat Ghana melenggang ke semi final Piala Dunia U-20 ini.

Dan semoga saja, dukungan para supporter Indonesia yang tingkat kelabilannya masih tinggi, bisa meniru dan mengaplikasikannya untuk kemajuan sepak bola Indonesia. Dukungan tak hanya harus datang ketika dalam keadaan senang, namun kondisi ketika berduka lah dukungan itu makin lebih terasa.

About Ibnu Sina Meliala 27 Articles
A man, who has spent his entire life, so far, wasted with mostly watching and playing football. Not until recently he realized that he should try writing and make a living out of football. You will definitely love him.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*