Utak – Atik Pemain Liverpool

Absennya Suarez di 10 laga setelah kasus gigitan terhadap si montok, Ivanovic, tak membuat Brendan Rodgers pusing untuk meramu pasukannya. Hasil yang diraih Liverpool dalam dua pertandingan terakhir, melibas Newcastle 6 gol tanpa balas yang diikuti dengan hasil imbang di derby Merseyside, terbilang bagus untuk tim selabil Liverpool. Suarez, sang tulang punggung keluarga, yang sejauh ini sudah menafkahi The Reds dengan 23 gol dan 5 assist di EPL, seakan terlupakan jasanya oleh Brendan Rodgers.

Formasi 4-2-3-1 adalah skema baku Liverpool musim ini, dengan menempatkan Suarez sebagai target man di lini depan, ditambah duo inverted-wing yang biasa diisi oleh Downing dan Sturridge, serta Coutinho yang menjadi playmaker di lini tengah Liverpool dan posisi double pivot, dihuni oleh Gerrard dan Lucas. Skema ini dipakai Rodgers setelah mendatangkan Coutinho dari Inter Milan awal tahun ini.

Suarez yang menjadi langganan starting XI Liverpool, harus rela terhenti lebih awal masa tugasnya karena ia harus dikarantina hingga sembuh dari virus mematikan semacam rabies. FA memperkirakan Suarez akan sembuh setelah 10 pertandingan. Otomatis Rodgers harus memilih antara Sturridge dan Boroni untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan Luis Suarez.

Akhirnya pilihan jatuh kepada Sturridge. Sturridge memang lebih unggul dibanding Boroni, permainannya lebih impresif dan produktifitasnya mencetak gol pun lebih baik dari Boroni, yang kerap menjadi benchwarmer Liverpool. Perpindahan posisi Sturridge, membuat Coutinho harus menempati posisi sayap kiri. Keraguan The Kopites atas peran Coutinho yang bermain sedikit melebar, ternyata tidak terbukti sama sekali. Posisi baru yang diberikan Rodgers tersebut tak membuat Coutinho kagok.

Sama halnya dengan Sturrdige, posisi yang ditinggalkan Coutinho menyebabkan posisi playmaker di lini tengah kosong. Namun, Rodgers menunjuk Henderson untuk mengisi kekosongan itu. Tak tanggung-tanggung, 2 gol dan 1 assist dipersembahkan Henderson saat bertandang ke Newcastle United. Henderson yang juga memiliki naluri menyerang yang tinggi, mampu mepertontonkan permainan yang tak kalah apik dari Coutinho.

Hanya posisi double pivot yang tidak mengalami perubahan pada lini tengah Liverpool. Gerrard yang selalu tampil di seluruh laga Liverpool di musim ini, berduet dengan Lucas Leiva yang baru sembuh dari cidera panjang. Jikapun Gerrard harus mengalami cidera, Henderson bisa diplot untuk menggantikan posisinya. Sementara Allen atau pun Shelvey siap menjadi backup lini tengah Liverpool.

Berbeda dengan kasus Gerrard, Rodgers akan kembali dibuat pusing, jika Lucas harus kembali mengalami cidera. Banyak pengamat yang menilai permainan Lucas tak impresif di musim ini. Namun demikian, Lucas adalah pemain Liverpool yang paling banyak melakukan successful tackles dengan torehan 87 dari 119 percobaan. Lucas adalah seorang pemain bertipe ball winner yang rajin memotong serangan lawan dari lini kedua.

Oleh karena itu, dibutuhkan pemain lain yang memiliki permainan yang sama dengan Lucas untuk menambah kedalaman squad Liverpool di musim depan. Atau bahkan Rodgers akan mengubah pemain lain untuk mengisi posisi Lucas? Menururut Barbarians siapa pemain yang mampu memainkan peran Lucas?

Pemain – pemain Liverpool seperti kepingan lego. Satu keping tak hanya bisa menempati satu tempat saja, perpindahan keping – keping lego tersebut bisa jadi menghasilkan produk yang menarik untuk dilihat.

About Ibnu Sina Meliala 27 Articles
A man, who has spent his entire life, so far, wasted with mostly watching and playing football. Not until recently he realized that he should try writing and make a living out of football. You will definitely love him.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*