Carles Puyol dan Tiga Area

I don’t have Romario’s technique, Marc Overmars’s pace, or Patrick Kluivert’s strength. but I work harder than the others. I’m like student who is not as clever, but revise for his exams and does OK in the end.”

Carles Puyol

Tampilan badannya yang gagah dan kokoh seperti tembok benteng. Rambut panjangnya mencerminkan keganasan dan kewibawaannya. Carles Puyol pantas disebut sebagai The Beast atau Lion the King di “hutan rimba sepak bola” ini. Gaya permainan bertahannya yang ganas, layaknya sang singa yang siap menerkam mangsanya, membuat serangan-serangan lawan kandas begitu saja. Kekokohannya dalam mematahkan serangan-serangan lawan telah banyak disaksikan dan dirasakan oleh pemain-pemain sepak bola lainnya. Barbarians, menurut kalian area apa yang membuat dia menonjol dan layak dinobatkan sebagai the best defender? Disini saya mencoba mengklasifikasikan area kemampuan spesial Puyol menjadi 3 area. Timing, no hesitation, dan determination merupakan tiga area yang membuatnya sangat kokoh dalam bertahan seperti yang di ucapkan oleh Miguel Angel Nadal, “Carles play with maturity, has great positional sense, and above all, has pride in his shirt.”

Area #1 Perfect Timing

Tackle kerap digunakan untuk menghentikan pergerakan pemain lawan yang bahaya. Tapi, pemain bertahan tak bisa men-tackle pemain lawan sesukanya, mereka harus menuggu waktu yang tepat untuk menyodorkan tackle-nya, sebut perfect timing. Jika kita terlalu awal melepaskan tackle, pemain lawan akan mudah melewati kita. Sementara, jika kita terlambat melepaskannya, maka foul-lah yang akan didapat. Carles Puyol memiliki sense of timing melebihi rata – rata pemain bertahannya lainnya. Tackle yang dia sodorkan bukanlah tanpa perhitungan, dia melihat dan menunggu timing yang tepat sehingga bolalah yang dia dapat, bukan kaki pemain lawan.

Area #2 No Hesitation

Disamping timing, no hesitation atau tak ragu-ragu merupakan area kedua Carles Puyol. Pemain bertahan harus cepat berpikir dan mengambil keputusan. Keputusan yang diambil dengan ragu-ragu akan berakhir dengan blunder atau kesalahan yang membahayakan gawang. Puyol adalah sosok yang tahu apa yang harus dia lakukan ketika berhadapan dengan pemain lawan. Dia tak memiliki keraguan ketika melakukan tackle, intercept, ataupun body contact. Bermain without any hesitation bukan berarti dia bermain reckless. Puyol tak segan melakukan intercept karena dia tahu apa yang dia lakukan dan merupakan tipe pemain yang cepat berpikir dan mengambil keputusan. Jadi, gaya permainan Puyol bukanlah gaya reckless yang bisa membahayakan tim.

Area #3 Determination

Di area ke-3 ini, saya memilih determination atau kemauan untuk terus berjuang dan menang, baik memenangkan bola maupun pertandingan. Carles Puyol adalah pemain bermental baja. Ketika dia bertahan dan gagal menaklukan lawannya, dia akan langsung bangkit, lari dan mencoba untuk merebut bola dari lawan sampai dia mendapatkannya. Dia bukan tipe pemain bertahan yang diam setelah dilewati oleh pemain. Kemauannya untuk merebut bola dan menang dalam pertandingan sangat tinggi. Mantan rekan timnya berkata, “even four goals down he thinks we can still win“. Tak hanya itu, Puyol tak suka meremehkan lawan, meskipun timnya unggul banyak, dia akan terus melakukan yang terbaik dan mengingatkan rekan setimnya. Gerard Pique, rekan setimnya, berkata, “he’s someone who, even if you’re winning 3-0 and there’s a few second left in the game, will shout at the top of his voice at you if he thinks your concentration is going“.

So, Barbarians itulah ulasan 3 area Carles Puyol yang membuat dirinya dikenal sebagai The Wall. Tiga area ini sebenarnya merupakan area yang wajib dimilki oleh pemain bertahan. Sosok seperti Paolo Maldini, John Terry, Jaap Stam, Sergio Ramos atau legenda Real Madrid, Fernando Hierro juga memiliki area yang saya ulas di atas.

Kita sudah membahas three must-have areas yang wajib dimiliki defender dengan memberikan contoh Carles Puyol. Sekarang saatnya tips bertahan ketika one on one, agar kita bisa mengikuti jejak Puyol.

Cepat dan Pelan

Ketika bola masih dalam kondisi bergulir ke arah pemain lawan, berlari cepatlah ke arah pemain itu untuk mengganggu konsentrasinya atau intercept bola. Tapi, ketika situasinya pemain lawan sudah menguasai bola, seperti hal sebelumnya, berlari cepat ke arah lawan dan kemudian menurunkan gear (lari pelan) kita ketika jarak kita dengan pemain lawan sudah dekat.

Lari ke arah samping lawan

Ketika kita berlari mendekati pemain, lari ke arah samping lawan (bukan ke arah lawan) untuk memojokkan gerak lawan ke satu arah. Ketika jarak kita dekat dengan lawan berlarilah dengan posisi serong untuk memudahkan badan kita memutar ke arah 90 derajat untuk meng-intercept bola lawan.

Perkuat keseimbangan gravitasi tubuh kita

Gunakan salah satu kakimu untuk menompang badan ketika bergerak mundur mengikuti gerakan pemain lawan sehingga center gravitasi menjadi kuat dan tak mudah jatuh. Ketika anda begerak mundur menunggu timing yang tepat, perhatikan bola bukan gerakan kaki pemain lawan. karena kaki lawan akan mengecoh arah gerak bola akan bergerak. Jadi, lihat BOLA, bukan kaki pemain.

Barbarians, semoga tips ini cukup membantu anda ketika bertahan one on one. Tips ini juga bisa dimanfaatkan oleh pemain di posisi lain, bukan diperuntukan hanya bagi defender saja.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*