Dua Pahlawan yang Berbeda Nasib

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata pahlawan diartikan sebagai orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran. Barbarians pasti punya pahlawan kalian sendiri kan? Mungkin Ayah atau Ibu kalian, just kidding. Kali ini pahlawan yang kita akan bahas adalah pahlawan sepak bola. Mari kita perkenalkan pahlawan kita kali ini, yaitu Javier Zanetti dan Ryan Giggs. Mengapa kita memilih Javier Zanetti dan Ryan Giggs sebagai pahlawan? Apa yang mereka lakukan sehingga mereka pantas disebut sebagai pahlawan?

Salah satu alasan, yang juga merupakan persamaan antara keduanya, sehingga mereka kita sebut sebagai pahlawan adalah loyalitas mereka kepada klub masing-masing. Tahukah kalian bahwa kedua pemain tersebut merupakan pemain kelahiran ’73, yang berarti mereka sekarang menginjak tahun ke-40 mereka dan mereka telah bermain di klub mereka masing – masing selam lebih dari 15 tahun.

Javier Zanetti atau yang juga sering dikenal dengan panggilan “pupi” didatangkan ke Internazionale pada tahun 1995 sebagai pemain pertama yang didatangkan oleh Massimo Moratti ketika dia berhasil menjabat sebagai presiden baru Inter Milan. Tak banyak yang tahu siapa itu Javier Adelmar Zanetti yang ketika itu baru berumur 22 tahun, jika dibandingkan dengan dua pemain lain yang juga didatangkan oleh Moratti di musim yang sama, yaitu Paul Ince dan Roberto Carlos. Loyalitas “il Capitano” tak tanggung-tanggung, dia sudah berhasil memberikan 5 kali gelar Scudetto, 4 gelar Coppa Italia, 4 gelar Supercoppa Italiana, 1 gelar UEFA Championships League, 1 gelar UEFA Cup dan 1 gelar FIFA Club World Cup, selama kurang lebih 18 tahun ia mengabdi kepada klub tercintanya, Internazionale. Loyalitasnya terhadap klub dia tuangkan dengan ucapan yang dikutip di salah satu artikel Majalah UEFA yang berjudul “No Place Like Home“:

Ini adalah tim pertama yang membuka pintu sepakbola Eropa bagiku. Aku masih sangat muda ketika aku datang ke sini dan aku pikir tak banyak tim yang memberikan kepercayaan dan kesabaran untuk seorang bocah yang berada di awal umur 20-annya seperti yang dilakukan Inter kepadaku. Aku selalu berhutang budi untuk semua itu. Untuk beberapa alasan aku selalu merasa seperti berada di rumah sendiri ketika di Inter dan oleh karena itu aku tak pernah berpikir untuk hengkang dari klub.”

Sementara itu, Ryan Giggs juga memiliki alasan yang sama kenapa dia pantas disebut sebagai pahlawan, loyalitasnya kepada The Red Devils pantas untuk dijadikan teladan. Dia merupakan jebolan Akademi Manchester United di tahun 1991. Dia satu generasi dengan David Beckham, Neville brothers, dan Paul Scholes yang biasa disebut sebagai Class of 92. Sekarang kurang lebih dia sudah mengabdi selama 26 tahun untuk Manchester United. Sama seperti Javier Zanetti, Ryan Giggs juga telah menyumbangkan banyak gelar untuk Manchester United diantaranya adalah 13 gelar Premier League, 4 gelar FA Cup, 4 gelar Football League Cup, 8 gelar Community Shield, 2 gelar UEFA Championships League, 1 gelar Intercontinental Cup, dan 1 gelar FIFA Club World Cup. Bahkan kalau kalian mau tahu, seperti dikutip dari BBC, pencapaian Ryan Giggs di gelar Premier League (1992-2013) mengalahkan pencapaian klub seperti Chelsea (3), Arsenal (3), Liverpool (0), dan Man City (1), see?!

Tapi dari semua persamaan diatas, ada satu hal yang membedakan mereka berdua, nasib mereka di musim 2012-2013 ini. Ryan Giggs lebih beruntung dibandingkan Javier Zanetti yang harus menutup karir di musim ini dengan cedera,  Javier Zanetti menderita cedera otot achilles dan tak mampu mengantarkan Inter Milan meraih gelar Scudetto musim ini. Sementara, Ryan Giggs berhasil mengantarkan Manchester United untuk meraih gelar Premier League ke-20 di musim ini.

Tapi Barbarians, kesetiaan mereka terhadap klub masing-masing, baik dalam keberhasilan maupun keterpurukan patut diapresiasi. Mereka terus berusaha keras untuk memberikan performa terbaik mereka bagi klub, meskipun umur mereka telah menginjak kepala 4. Kedua pemain ini adalah pahlawan dan legenda yang patut di contoh. You have my respect guys!

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*