Law of The Game #2 – Bola Sepak

Argentina dan Uruguay berseteru mengenai bola sepakbola mana yang akan mereka gunakan untuk pertandingan piala dunia sepakbola pertama tahun 1930. Akhirnya mereka memutuskan untuk menggunakan bola sepakbola milik Argentina dibabak pertama dan milik Urugay dibabak kedua. Akhir babak pertama, kesebelasan Argentina unggul 2-1 atas Uruguay. Namun, ketika bola milik kesebelasan Uruguay digunakan dibabak kedua, keadaan berbalik 180 derajat. Score berbalik menjadi 2-4, kemenangan untuk Tim Nasional Uruguay dan menjadikan Uruguay sebagai negara pertama yang menjadi Host Piala Dunia dan menjuarainya.

Barbarians, kasus diatas adalah merupakan bukti nyata bahwa bola memiliki peran penting dalam menentukan hasil akhir. Oleh karena itu, menstandardisasikan bola yang digunakan dalam sepakbola merupakan langkah penting dalam dunia pesepakbolaan. Barbarians sudah tahu banyak yang terjadi dengan bola sejak awal sejarah sepakbola ditoreh sampai saat ini, mulai dari penggunaan kandung kemih hewan untuk dijadikan material bola sepakbola hingga saat Charles Goodyear menemukan Vulcanization Process, sehingga bahan karet yang digunakan sebagai materi utama bola sepak lebih tahan lama dan memiliki bentuk yang lebih baik.

Standardisasi bola sepakbola oleh FIFA tercantum dalam Law of the Game #2 milik FIFA. Poin-poin mengenai ukuran, bentuk, dan materi bola tercantum dalam Law of the game #2 ini. Ketetapan FIFA tersebut tercantum seperti dibawah ini:

Kualitas dan Ukuran Bola Sepakbola (bukan FUTSAL!)

Bola yang digunakan harus berbentuk spherical (bola sempurna) dan terbuat dari bahan kulit atau bahan-bahan lain yang sesuai (misalnya polyurethane atau bahan kulit sintetik lainnya). Bola harus memiliki keliling tidak lebih dari 70 cm (28 ins) dan tidak kurang dari 68 cm (27 ins). Berat bola sendiri tidak boleh melebihi 450 gram (16 oz) dan tidak kurang dari 410 gram (14 oz). Sementara itu tekanan udara harus sama dengan 0.6 – 1.1 atmosphere (600-1.100 g/cm2) di permukaan laut.

Semua tak berhenti disitu saja, FIFA masih memberlakukan test pengujian terhadap setiap bola yang ada. Masing-masing bola harus berhasil melewati 6 test, yaitu berat, luas lingkaran, bentuk kebulatan (roundness), pantulan, penyerapan air (water absorption), dan tekanan udara. Untuk bisa mendapatkan pengakuan top quality dari FIFA, kondisi persyaratan yang diminta oleh FIFA lebih ketat, misalnya ketahanan bentuk dan ukuran bola diamati dan diinvestigasi secara mendalam melalui rangkaian tes seperti penembakan bola melawan lempengan baja 2000 kali dengan kecepatan 50 km/h. Bola dianggap lulus tes jika lapisan luar dan jalan masuk udara tak rusak dan hilangnya tekanan udara, perubahan luas lingkaran, dan kebulatan bola terjadi hanya dalam porsi kecil yang bisa di hiraukan (negligible).

 Kalau Barbarians lupa dengan sejarah bola sepak, Barbarians bisa cek lagi artikel kita mengenai perjalanan bola sepak.

[box type=”info” align=”alignleft” ]

Seri Law of The Game:

Perkenalan

Law of the Game #1 – Lapangan Bola

Law of the Game #2 – Bola Sepak

Law of the Game #3 – Jumlah Pemain

[/box]

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*