Nomor Punggung

Mulanya, nomor punggung hanyalah sebuah nomor yang dicantumkan untuk membedakan satu pemain dengan pemain lainnya. Nomor punggung yang pertama kali dikenakan pada pertandingan antara Shefflield Wednesday dan Arsenal pada tahun 1928 tersebut diberikan sesuai dengan posisi pemain yang disesuaikan dengan formasi standar pada masa itu, 2-3-5. Pembagian nomor sesuai dengan posisi bermain saat itu kurang lebih seperti ini:

Penjaga Gawang – #1

Pemain Belakang – #2 dan #3

Pemain Sayap dan Tengah – #4,#6,#7,#8,#10 dan #11 (pada umumnya, #7 dan #11 digunakan oleh pemain sayap kanan dan kiri)

Pemain Depan – #9 dan #10

Ketika peraturan pemain cadangan diberlakukan pada tahun 1965, pemain pengganti mendapatkan nomor punggung 12, dan seterusnya, sesuai urutan pergantian pemain.

Peraturan nomor punggung ini diharuskan oleh Persatuan Sepak Bola Inggris hingga tahun 1993, sebelum mereka memutuskan untuk menetapkan nomor punggung kepada pemain tertentu – seperti sekarang ini. Liga Spanyol baru menerapkan sistem nomor punggung tetap di  musim 1995-1996, sedangkan Jerman di musim 1993-1994, dan Italia di musim 1995-1996.

Pada sepak bola modern, pemain dapat memilih nomor punggung dari 1-99, kecuali di Liga Spanyol. Di Liga Spanyol, pemain hanya boleh memilih antara nomor 1 – 25, bahkan penjaga gawang hanya diizinkan untuk memilih no. 1, 13, atau 25. Nomor punggung yang tertera di sebuah jersey sering kali memiliki makna lebih dari sekedar nomor biasa. Sejak ditetapkannya peraturan nomor punggung tetap, nomor punggung acap kali dijadikan bagian dari identitas pemain, misalnya, no. 7 kerap dihubung-hubungkan dengan David Beckham.

Masing-masing pemain memiliki alasan dan arti untuk tiap-tiap nomor punggung yang mereka pilih, Ivan Zamorano, pemain legendaris Chili dan Inter Milan, misalnya, harus rela menyerahkan nomor punggung 9 yang telah lama dia gunakan kepada Ronaldo ketika dirinya masih bermain di Inter Milan. Zamorano kemudian memutuskan untuk mengenakan nomor punggung ‘1+8’ untuk menyatakan kesetiannya pada nomor 9.

Beberapa klub bahkan mengabadikan nomor punggung legenda mereka sebagai bentuk apresiasi atas apa yang telah diberikan pemain kepada klub. Tidak akan ada pemain lain yang diizinkan untuk memakai nomor tersebut. Beberapa pemain yang beruntung itu ialah:

Johann Cruyff – Nomor punggung 14 (diabadikan oleh Ajax)

Diego Maradona – Nomor punggung 10 (diabadikan oleh Napoli)

Roberto Baggio – Nomor punggung 10 (diabadikan oleh Brescia)

Paolo Maldini – Nomor punggung 3 (diabadikan oleh AC Milan)

Bagaimana dengan Barbarians, apakah kalian punya nomor punggung sakti?

1 Comment

  1. 61 ! Di Turki biasanya pemain make nomer punggung sesuai dengan nomor plat Tempat kelahiran dia. Misalnya aja sekarang Gökdeniz Karadeniz di Rubin Kazan yang orang Trabzon. Dia make nomer punggung 61, sesuai nomor plat Trabzon. Atau bahkan Hakan Sukur yang make nomer punggung 54 yang sama dengan nomor plat kampung halamannya, Sakarya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*