Sarung Tangan Kiper

Semua pecinta sepak bola tahu betapa pentingnya goalkeeper, Kiper. Dia adalah guardian atau benteng terakhir pertahanan sebuah tim. Tangan adalah senjata seorang kiper. Kedua tangan itu harus bertahan selama 90 menit mem-block dan menangkap bola hasil tendangan-tandangan keras pemain lawan. Oleh karena itu, penemuan sarung tangan kiper memiliki peran yang besar dalam dunia persepakbolaan dan khususnya kiper, karena perlindungan tangan sangatlah penting bagi pemain yang berposisi kiper.

Awal Penemuan Sarung Tangan Kiper

Pada awal-awal tahun berkembangnya sepakbola, 1800, pemakaian sarung tangan belum umum dikalangan kiper, karena belum ada peraturan yang mengharuskan kiper memakai sarung tangan. William Sykes, seorang produsen bola sepak asal Inggris, pada tahun 1885 mendapatkan paten untuk sarung tangan kiper yang terbuat dari kulit. Di tahun 1800-an dan awal 1900-an, sarung tangan masih belum juga umum dipakai. Pada masa itu, kebanyakan kiper memakai sarung tangan untuk melindunginya dari cuaca dingin dan jenis sarung tangan yang mereka pakai adalah sarung tangan kebun dan sarung tangan yang terbuat dari wool.

Perkembangan Sarung Tangan Kiper

Tahun 1960-an – 1970-an, pemakaian sarung tangan kiper mulai umum di kalangan kiper. Dan diawal tahun 1970-an, semakin banyak peminat sarung tangan membuat permintaan pengembangan sarung tangan semakin besar. Banyak produsen seperti Stanno, Reusch, Uhlsport dan Sondico melakukan penelitian untuk men-design sarung tangan yang berkualitas. Para prosuden memfokuskan area penelitian mereka ke area grip, penguasaan bola. Para peneliti mencoba tiga bahan, yaitu kain handuk, bahan pelindung raket tenis meja dan Latex Foam atau busa getah. Dan mereka setuju bahwa Latex Foam merupakan bahan yang cocok untuk pembuatan sarung tangan kiper. perlindungan terhadap tangan dan penguasaan bola merupakan dua prinsip design sarung tangan kiper modern.

Design Sarung Tangan kiper

Sarung tangan kiper didesign dengan dua prinsip, yaitu perlindungan tangan dan penguasaan bola. Bahan yang populer digunakan untuk sarung tangan adalah Latex Foam (busa getah). Untuk perlindungan tangan yang maksimal, ketebalan bahan pada bagian telapak tangan memiliki peran penting. Semakin tebal bahan pada bagian telapak tangan semakin maksimal perlindungan yang diberikan.

Tetapi, ketebalan harus diperhitungkan dengan anatomi tangan karena ketebalan dapat mengurangi ke-flexibility atau keluwesan pergerakan telapak tangan dan jari dalam menguasai dan menangkap bola. Permasalahan rendahnya flexibility telapak tangan dan jari diatasi dengan “CUT” atau belahan pada sekitar telapak tangan yang akan menambah flexibility gerak jari dan telapak tangan.

Sementara itu, di bagian dalam sarung tangan kiper diletakan protector atau pelindung yang berfungsi untuk melindungi jari dari pembengkokan ke belakang yang tak sesuai dengan gerakan yang natural.

Pada bagian belakang telapak tangan, ketebalan bahan Latex juga diperhitungkan. Sama seperti telapak tangan, bagian belakang telapak tangan juga memerlukan perlindungan yang maksimal seperti perlindungan dari injakan sepatu pemain lawan.

Poin Penting dalam Membeli Sarung Tangan Kiper

1. Telapak Tangan Sarung Tangan Kiper

Ketebalan Latex pada telapak sarung tangan kiper kurang lebih 2 mm. Ukuran ketebalan ini dipercaya akan memberikan kemampuan penguasaan bola lebih baik.

2. Protector (Pelindung)

Protector yang diletakkan didalam sarung tangan kiper akan mencegah jari bergerak ke arah belakang, mengurangi potensi cedera pada jari.

3. Ukuran Sarung Tangan Kiper

Ukuran sarung tangan harus sesuai dengan ukuran tangan. Semakin fit ukuran tangan dengan sarung tangan juga akan meningkatkan penguasaan bola.

4. Berat Sarung Tangan

Berat sarung tangan mempengaruhi kecepatan gerak tangan dan juga bisa mengakibatkan cepat lelahnya otot tangan. Oleh karena itu, pilihlah sarung tangan yang ringan tanpa membiarkan pentingnya perlindungan tangan.

Vendor seperti Adidas dan Nike sudah banyak memproduksi sarung tangan berkualitas tinggi dan masih akan terus berkembang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*