[Serial Kisah Piala Dunia] Andres Escobar

Andres Escobar, Kapten yang Ter-eksekusi

Piala Dunia adalah ajang bergengsi di planet ini. Ratusan pemain berkualitas dan bertalenta negara-negara dari masing-masing benua berunjuk gigi menunjukkan kualitas skill mereka. Tak bisa dipungkiri pastinya bahwa para pecinta sepak bola mengharapkan tim nasional dan para pemainnya meraih kemenangan dan bermain indah. Tapi festival global ini selain memberikan hiburan dan kenikmatan bagi para pecinta sepak bola, khalayak umum dan khususnya para pemain sepak bola yang berpartisipasi, ajang ini juga bisa menjadi ajang eksekusi bagi para pemain sepak bola yang bermain underrated. Cercaan, hinaan, makian dan ancaman menjadi hal yang biasa bagi para pemain sepak bola yang berhasil mebuat jengkel para supporter dan salah satu pemain yang telah di eksekusi oleh para supporter adalah Andres Escobar. Dia berhasil membuat jengkel dan geram para supporter dengan melakukan gol bunuh diri dalam pertandingan Kolumbia versus Amerika di Piala Dunia 1994 yang digelar di Amerika. Peristiwa ini kadang dikaitkan dengan seorang mafia besar Kolumbia bernama Pablo Escobar, meskipun mereka memiliki nama belakang yang sama tapi mereka tak memiliki hubungan kerabat.

Pablo Escobar

Pablo Escobar dijuluki Robin Hood Kolumbia karena dia sering membantu orang-orang miskin meskipun dia berkecimpung didalam dunia hitam dan bengis. Pablo berhasil menguasai dunia mafia di tahun 1980 dengan mengkontrol jual beli obat-obatan dan juga pembunuhan diseluruh Kolumbia. Dia juga memiliki pengaruh dalam dunia sepak bola Kolumbia. Sering kali dia membangun lapangan sepak bola yang kemudian berhasil membuahkan anak-anak generasi emas yang bermain di Piala Dunia 1994.

Pablo Escobar memiliki klub sepak bola bernama Atletico Nacional dan klub ini digunakan untuk mencuci uang hasil penjualan obat-obatan. Kekayaan Escobar juga membuat klub Atletico Nacional berhasil menjuarai Copa Libertadores di tahun 1989, para pemain hebat klub digaji besar supaya tak hengkang dari klubnya dan Andres Escobar adalah salah satu pemain yang bermain untuk klubnya.

Kematian Pablo Escobar membuat kondisi Kolumbia berada dalam chaos, banyak terjadi peperangan internal antar kubu untuk menduduki tahta kekuasaan di Kolumbia. Kematian Pablo Escobar merupakan aksi pembunuhan yang dilakukan oleh Polisi Nasional Kolumbia. Pembunuhan ini terjadi beberapa bulan sebelum final Piala Dunia 1994.

Eksekusi Andres Escobar

Andres Escobar tak lain adalah korban dari kekacuan internal yang terjadi di Kolumbia setelah kematian Pablo Escobar, The Drug Lord. Kisah kematiannya berawal dari kesalahan yang dia lakukan di Piala Dunia USA ’94, gol bunuh diri Escobar membuang kesempatan Kolumbia untuk lolos babak qualifikasi. Orang-orang mengkambing-hitamkan Andres Escobar sebagai orang yang harus bertanggung jawab atas kekalahan itu. Banyak para bandar yang kehilangan jutaan karena gol bunuh diri Escobar.

Sekembali Andres Escobar ke kampung halamannya, banyak teman-temannya yang menyarankan dirinya untuk low profile, tak menunjukkan dirinya kepada khalayak umum. Hal ini disebabkan karena arah kekacauan internal yang tak bisa ditebak. Andres Escobar yang merasa bahwa dirinya harus muncul di hadapan masyarakat untuk menyakinkan bahwa kehidupan tak berhenti disitu saja, “life doesn’t end here“, seperti yang dikutip di majalah El Tiempe, memutuskan untuk pergi keluar untuk pertama kalinya bersama dengan temannya sejak dia kembali dari Piala Dunia. Herrera, salah satu temannya, menyarankan Andres Escobar untuk tetap tinggal dirumah dan mengatakan bahwa berdiam diri di rumah merupakan tindakan terbaik saat ini. Tapi Andres Escobar menepis saran itu, sambil berkata “tidak, aku harus menghadapi mereka.”

Escobar memutuskan untuk bersinggah di sebuah bar bernama Medellin El Indio, dia menikmati beberapa teguk minuman dan perbincangan dengan beberapa orang yang kemudian datang orang-orang yang mulai mencemooh Andres Escobar atas kesalahan yang dia lakukan di piala dunia USA 94. Escobar meninggalkan bar dengan perasaan sedih, kemudian dia beranjak menuju tempat mobilnya diparkir. Tapi cemoohan itu tak berhenti di bar saja, orang-orang itu terus mengikuti Escobar dan terus mengejek, mengolok-olok dirinya. Tak tahan dengan situasi ini, Escobar masuk ke mobilnya dan mengendarai mobilnya melewati orang-orang yang mengejek dirinya. Andres Escobar masih berusaha menjelaskan bahwa gol bunuh diri itu merupakan murni kesalahan, tapi keadaan semakin memanas dan sebuah tembakan pun terdengar. Enam peluru menembus punggung Andres Escobar dari balik tempat duduknya, nyawa sang kapten pun tak tertolong meskipun ambulans telah di panggil.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*