Shin Guard – Pelindung Kaki

Barbarians pastinya tahu sepak bola adalah olahraga yang tak bisa menghindari body contact, baik itu contact bagian tubuh atas (kepala, lengan, dada) atau bagian tubuh bawah (kaki, lengan kaki). Tubuh membutuhkan perlindungan maksimal agar pemain tak ragu mengeluarkan segenap kemampuannya di lapangan. Tak diragukan lagi, kaki merupakan bagian tubuh dan senjata ampuh bagi pemain sepak bola, termasuk untuk pemain yang berposisi sebagai kiper. Oleh karena itu, kaki para pemain memerlukan perlindungan agar terhindar dari cedera dan luka. Sepatu bola adalah salah satu perlengkapan essential sepak bola yang digunakan untuk melindungi kaki dan jari kaki. Tetapi, ada satu perlengkapan sepak bola yang sering diremehkan dan jarang digunakan, bahkan terlupakan. Shin Guard atau lebih dikenal sebagai decker, merupakan perlengkapan sepak bola yang melindungi kaki bagian bawah, khususnya tulang kering.

Sejarah

Tidak banyak yang bisa kita gali dari awal dan sejarah shin guard. Perlengkapan ini sudah umum dipakai mulai awal tahun 1800-an. Pada awal-awal berkembangnya sepak bola, sering terjadi kekerasan dikarenakan kurangnya regulasi. Pemain sepak bola pada waktu itu menggunakan shin guard untuk melindungi potensi patah tulang pada tulang kering dan fungsi ini masih berlaku untuk sepak bola modern. Awalnya, shin guard didesain dengan lempengan besi sebagai bahan utama yang dibagian dalamnya dilapisi karet. Kemudian, shin guard dipakai dengan cara diikat ke lengan kaki. Penggunaan lempengan besi sebagai bahan dasar mulai menurun dan hilang yang kemudian digantikan oleh karet, plastik, fiberglass dan bagian dalamnya dilapisi oleh busa spesial seperti EVA foam, bahan yang populer digunakan untuk sol sepatu lari. Penggunaan Shin Guard sempat menurun antara tahun 1950-an dan 1960-an. Penurunan ini dikarenakan permainan sepakbola sudah tidak sekeras dan setangguh awal-awal perkembangan sepak bola, karena peraturan-peraturan mulai diaplikasikan ke dalam permainan sepak bola. Pada tahun 1990, FIFA menyatakan bahwa shin guard merupakan perlengkapan penting dan harus digunakan dalam pertandingan.

Desain Shin Guard

Ada dua jenis shin guard menurut area perlindungan yang diberikannya, yaitu:

1. Shin guard dengan perlindungan ankle

Selain melindungi tulang kering, jenis shin guard ini juga melindungi ankle dan achilles tendon. Desain shin guard ini tak jauh berbeda dengan shin guard biasahanya dengan tambahan sedikit saja di bagian bawah. Shin guard ini melapisi ankle sehingga menghindari kontak langsung dengan kaki lawan.

2. Shin guard tanpa perlindungan ankle

Shin Guard ini didesain tanpa pelindung ankle. Oleh karena itu, shin guard ini hanya melindungi tulang kering kaki dan memiliki bobot yang ringan dibandingkan jenis lain. Shin guard ini sering dipakai oleh pemain yang menginginkan potensi maksimal dalam bermain.

Tips Memilih Shin Guard

Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan ketika membeli atau memilih Shin Guard. Tipe shin guard, ukuran, dan materi pembuat merupakan 3 faktor yang memiliki peran besar untuk perlindungan kaki.

1. Jenis shin guard

Sudah kita bahas sebelumnya, bahwa terdapat dua jenis shin guard. Shin guard dengan ankle protection merupakan jenis shin guard yang cocok untuk anak-anak atau pemain muda. Tulang mereka masih rawan akan cedera dan masih dalam masa pertumbuhan. Oleh karena itu, perlindungan ekstra yang diberikan shin guard denganankle protection sangatlah penting bagi mereka.

Sementara itu, shin guard tanpa ankle protection didesain untuk pemain dewasa atau yang sudah menguasai kemampuan dasar sepak bola, sehingga bisa memberikan keleluasaan bermain karena perlindungan ekstra pada ankle ini sering kali mengurangi kemampuan mengontrol bola dan kenyamanan ketika bermain. Oleh karena itu, shin guard tanpa perlindungan ankle cocok untuk pemain yang menginginkan kemampuan atau potensi skillnya secara maksimal tanpa mengurangi perlindungan pada kaki pemain.

2. Ukuran shin guard

Shin guard diproduksi dengan ukuran yang berbeda-beda, berkisar antara 16.51 cm-27.94 cm. Banyak perdebatan yang membahas ukuran paling bagus shin guard. Sejauh ini 3/4 rule merupakan cara paling bagus untuk memilih shin guard yang sesuai dengan ukuran panjang kaki Barbarians. Aturan ini sangatlah simpel, ketika kamu membeli shin guard, ukurlah panjang tulang kering kamu. Kemudian kali-kan dengan 3/4. Contohnya, jika kamu memiliki ukuran panjang tulang kering 40 cm, maka ukuran shin guard yang sesuai untuk kaki kamu adalah sekitar 40 cm x 3/4 = 30 cm. Secara tidak langsung, aturan 3/4 ini juga memberikan kombinasi perlindungan dan kenyamanan yang paling bagus untuk kaki kamu.

3. Materi pembuat

Bahan yang digunakan harus memberikan perlindungan maksimal pada kaki tanpa mengurangi kenyamanan. Bahan Shin Guard dibedakan sesuai dengan letak penggunaan, yaitu bahan lapisan luar (outer layers material) dan bahan lapisan dalam (Inner Layers Material). Pada bagian luar, bahan atau materi yang umum digunakan adalah plastik, thermoplastic rubber, K-resin, polyethylene, dan polyurethane. Semua bahan tersebut dipercaya memberikan perlindungan maksimal. Sementara itu, untuk bagian lapisan dalam, EVA foam merupakan bahan yang paling sering digunakan. Bahan ini sangat lembut, ringan dan bersifat shock-absorbing (meredam tekanan akibat benturan). Merk ternama, seperti Nike dan Adidas menggunakan bahan spesial, disamping bahan dasar, yang mengurangi panas dan kelembaban; Adidas menamainya ClimaCool, sementara Nike menamainya DriFit.

Shin guard yang bagus pastinya harus memberikan kenyamanan pada sang pemakai. Ketika membeli shin guard, pilihlah shin guard yang memiliki fitur water-resistance dan berventilasi. Tanpa fitur water-resistance, berat shin guard akan bertambah ketika hujan atau dalam kondisi basah, sehingga mengurangi kecepatan kaki. Sementara itu, ventilasi sangat diperlukan untuk mengurangi kelembaban pada kaki yang akan meningkatkan kenyamanan kaki.

Barbarians! Jangan remehkan penggunaan shin guard karena kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi pada kaki kita ketika bermain sepak bola. Waspadalah! Waspadalah!

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*