Uncle Choo-Pelatih Timnas Indonesia Pertama

Pelatih pasukan merah putih sudah berganti kurang lebih 38 kali sejak tahun 1951 sampai sekarang. Nama-nama seperti Ivan Kolev, Benny Dollo, Alfred Riedl, dan Rahmad Darmawan tentu masih ada dibenak kita. Tapi sejauh ini saya hanya ingat nama-nama pelatih di masa kita saja hingga Aqwam Fiazmi Hanifan menulis artikel yang berjudul Uncle Choo dan Latihan Fisik Timnas Era 1950-an, rasa ingin tahu saya mencuat tinggi tentang pelatih-pelatih terdahulu dan khususnya sosok yang disebut Uncle Choo dalam tulisan Saudara Hanifan.

Uncle Choo atau sosok yang bernama lengkap Choo Seng Quee lahir di Singapura, 1 Desember 1914. Dia merupakan pelatih yang sudah pernah menangani Timnas Indonesia, Malasyia dan Singapura. Didatangkan tahun 1951 ke Indonesia, Uncle Choo dengan penerapan sistem latihan yang ketat, keras dan disiplin membawa pengaruh besar akan perkembangan sepakbola timnas Indonesia. Disiplin dan ketatnya latihan yang diterapkan Choo, sering mendapatkan cibiran dari pemain-pemain saat itu. Namun, berkat penerapan latihan ala Uncle Choo, timnas Indonesia berhasil mencetak 46 gol dan hanya kebobolan 9 gol dalam 9 pertandingan uji coba tahun 1953. Selain itu, dari 9 pertandingan itu, timnas hanya menelan satu kali kekalahan oleh Korea Selatan dengan skor 3-1 dan meraih 8 kali kemenangan. Ini merupakan prestasi luarbiasa karena ketika itu, dalam tulisan saudara Hanifan, timnas Indonesia tidak di perkuat oleh beberapa pemain andalan langganan timnas Indonesia seperti Aang Witarsa, Pasqua, Sian Lion, Tiong Ho Da, Chris Ong, Sugiono, dan Sunar yang enggan mengikuti pemusatan latihan yang disiapkan oleh Uncle Choo.

Karir Choo Seng Quee

Choo bergabung dengan The Singapore Chinese Football Association (SCFA) pada tahun 1934 dan mendapatkan posisi di tim utama pada tahun 1936. Kecemerlangan Choo dalam mengolah bola dilapangan menarik perhatian timnas Singapura dan dimasukan dalam list squad timnas Singapura untuk mengikuti Malasyia Cup tahun 1937.

Pada tahun 1939, Choo keluar dari SCFA dan membentuk klub yang bernama Chinese Athletic Association atau dikenal dengan nama Chung Wah. Klub bentukkannya ini memulai debutnya pada tahun 1941 dan Choo berperan sebagai pemain-manajer untuk klub itu. Setelah perang dunia ke-2, Choo mengakhiri karirnya sebagai pemain sepakbola pada tahun 1949, kemudian dia menapakkan langkah karirnya sebagai pelatih. Dia melatih beberapa klub seperti SCFA, the Raffles Institution, the Chinese YMCA hingga pada tahun 1951 dia ditunjuk untuk melatih timnas Indonesia. Choo juga melatih timnas Malasyia pada tahun 1958-1963.

Pada tahun 1965, Uncle Choo yang melatih timnas Singapura bersama Harith Omar berhasil memenangkan ajang Malasyia Cup dan Aw Hoe Cup. Pada bulan Desember 1965, Choo dipilih untuk menangani timnas Singapora untuk ajang SEAP Games di Kuala Lumpur. Tapi, Choo kemudian dipecat setelah turnamen berakhir dengan tuduhan “gross insubordination” atau pembangkangan. Kemudian Juli tahun 1971 Choo dipilih sekali lagi menjabat sebagai pelatih timnas Singapura tetapi mengundurkan diri bulan Desember. Sekali lagi Choo ditunjuk untuk menjadi pelatih timnas Singapura pada tahun 1976-1977, yang mana Singapura mengalahkan Penang  dalam Final ajang Malaysia Cup 1977. Choo mendapatkan pujian atas pergantian pemain yang dilakukan di jeda babak pertama yang membalikkan permainan.

Karir Klub

1934-1939 SCFA

1941-1949 Chinese Athletic Association

Karir Timnas

1937-1939 Singapora

Fakta Choo Seng Que:

1. Pada bulan september tahun 1977, jantung Uncle Choo berhenti tiga kali.

2. Pelatih pertama pasukan merah putih Indonesia setelah kemerdekaan 1945.

3. Gaji Uncle Choo di bayar oleh pengusaha bernama Tony Wen selama melatih timnas periode 1951-1954

4. Uncle Choo mengantar timnas Indonesia ke turnamen Internasional pertama, Asian Games 1951.

Quotes:

Kelesuan dan kekakuan badan setelah melakukan gerak badan di pagi hari memperlihatkan latihan fisik sangat jarang dilakukan oleh pemain kita (Pemain Indonesia).’

Barbarians, inilah sekelumit sejarah seorang pelatih timnas Indonesia yang terkubur dalam di antara tumpukan lembaran-lembaran sejarah pelatih sepakbola Indonesia. Meskipun Uncle Choo tak memberikan gelar yang besar untuk negara kita, tetapi usaha-usaha Uncle Choo untuk perkembangan pesepakbolaan Indonesia merupakan sebuah hadiah yang berharga bagi kita.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*